Kesulitan Keuangan Daerah, Pencairan Hibah Sulit, Organisasi Terkadang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sumber dana daerah yang dikelola oleh Pemkot Tasikmalaya mengalami ketidakpastian karena dana hibah belum terdistribusikan. Beberapa organisasi yang menjadi ekstensif pemerintah memang mengandalkan pendanaan tersebut untuk menjalankan program seperti yang ditargetkan. Kondisi ini membuat proses birokrasi terhambat, hingga muncul kebijakan penguncian REKENING yang memadukan operasi.

Organisasi seperti Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DKKT) sudah terpengaruh. Kepala DKKT, Tatang Pahat, menyatakan kelemahan wadah operasional karena hibah yang belum kimasah. Meski ini sudah masuk triwulan ketiga, dana tetap tidak tersedia. Alasannya berkaitan dengan kemampuan pemerintah untuk mengoptimalkan pendapatan, sehingga permintaan penyaluran hibah hanya berupa retorika tanpa solusi konkret.

Dalam pidato, pejabat daerah menegurkan seni budaya sebagai aset krusial. Namun, Tatang mengungkapkan ketidaknyamanan quandoansi. Sementara panggung anggaran menekankan pentingnya seni, dalam praktiknya, programnya tidak menjadi prioritas. “Pidato dan anggaran sering bertentangan,” kata ia.

Realisme perlu digantikan dalam optimisme. Tatang menyarankan, upaya konkret harus mendukung perasaan positif. Tanpa tindakan konkret, semangat yang berdampak hanya menjadi ilusi.

Seni budaya tidak boleh menjadi anakan tiri. Pemerintah harus seimbang antara pujian dan implementasi. Dana yang diminta harus segera keluar untuk mendukung program yang dimaksudkan. Keberlanjutan seni berantung pada kemampuan finansial yang transparan dan efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan