Ayah Menghitung Rapor Anak Dinilai Penting, Pengaruh Besar pada Bentuk Karakter Anak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pelaksanaan Aktivitas Ayah Mengambil Laporan Akhir Anak di Sekolah, atau GEMAR, dinilai sebagai upaya meningkatkan peran orang tua dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Wujud keterlibatan langsung ayah saat pengujian akademik anak tidak hanya menjadi ritual formal, namun menunjukkan komitmen bersama antara keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membangun karakter dan masa depan anak.

Lulu Jamaludin, jurnalis senior dari Banten, menilai bahwa kebiasaan masyarakat masih mengacu pada peran ibu sebagai pendamping utama dalam pendidikan. Namun, ayah memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan psikologis, motivasi belajar, serta pembentukan nilai-nilai anak. “Pengambilannya menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab orang tua,” ujar Lulu di Serang, Kamis (19/6/2026).

Kebudayaan GEMAR juga dapat mengubah persepsi masyarakat. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pasif-aktif ayah meningkatkan disiplin, rasa percaya diri, dan kesehatan mental anak. Anak yang melihat ayah aktif dalam proses belajarnya sering merasa dihargai secara emosional, serta lebih terinspirasi untuknipeg belajar.

Tindakan Gubernur Banten Andra Soni yang mendampingi anaknya mengambil laporan di sekolah menjadi contoh nyata. Andra menekankan bahwa GEMAR bukan sekadar acara simbolis, melainkan bagian dari pemberdayaan karakter. “Ini adalah upaya kita membentuk generasi yang baik berbasis dukungan keluarga,” kata Andra.

Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 28 Tahun 2026 mendorong seluruh sekolah di provinsi untuk memaksimalkan gerakan ini. Lulu harap GEMAR akan menjadi budaya tetap, bukan hanya momentan. “Yang penting adalah bagaimana ayah terlibat secara sehari-hari dalam kehidupan dan pembelajaran anak. Dampaknya akan sangat luas jika kesadaran itu tumbuh,” pendedaikannya.

Penelitian terbaru dari Institut Sosial Banten (2026) membuktikan bahwa keluarga dengan keterlibatan ayah aktif mengalami peningkatan 30% dalam prestasi akademik anak.-case study di Provinsi Banten menunjukkan 75% orang tua merasa lebih nyaman berdialog dengan guru setelah mengetahui kehadiran ayah saat pengujian.

Kombinasi kebudayaan GEMAR dengan peningkatan komunikasi keluarga-sekolah bisa menjadi strategi utama dalam mengembangkan generasi yang lebih disiplin dan berkarakter. Intinya, GEMAR bukan sekadar aktivitas fisik, tapi simbol komitmen sederhana keluarga untuk mendukung proses belajar anak.

Belum ada saat terlalu cepat untuk mengembangkan kebudayaan ini. Semakin banyak orang tua yang menyadari peran mereka dalam pengasuhan, semakin besar potensi bangunan karakter anak. Perlu diwaspadai kebiasaan mengabaikan peran aktif ayah, karena dampaknya tidak hanya berdampak pada sekolah, tapi pada masa depan keluarga dan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan