Permainan Tradisional Simar sebagai Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan di SD

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemanfaatan permainan tradisional Simar menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kegiatan pelatihan ini diadakan pada 8 Mei 2026 di Tasikmalaya, melibatkan 30 guru dari tiga SDN di wilayah Gunungpereng. Pelaksanaannya diwakili oleh Prof. Dr. Karlimah M.Pd., yangmelestarikan pendekatan pembelajaran yang berinteraksi langsung dengan budaya lokal.

Setiap jenis biji dalam permainan Simar diatur nilai poin yang berbeda: sirsak 1 poin, asam 5 poin, sawo 10 poin, peundeuy 50 poin, dan tanjung 100 poin. Metode ini memungkinkan siswa belajar konsep operasi hitung campuran melalui aktivitas bermain. Sebagai contoh, menghitung total nilai biji yang dimiliki menjadi latihan algoritma sederhana namun praktis.

Penilaian guru yang berpartisipasi menunjukkan peningkatan kreativitas dalam mengembangkan materi matematika. Sebagai pendapatnya, pembelajaran yang diizinkasi dengan bermain tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang lebih sesuai dengan lifesyle siswa. Prof. Karlimah menekankan bahwa budaya lokal seperti Simar bisa menjadi sarana mendekati ilmu dengan cara yang menyenangkan.

Data terkini menunjukkan banyak sekolah di Indonesia yang mulai memanfaatkan permainan tradisional untuk pengajaran. Penerapan Simar di Tasikmalaya menjadi contoh pengembangan pendekatan lokal yang bisa diadaptasi di daerah lain. Visualisasi data poin biji melalui infografis interaktif bisa menjadi bahan tambahan untuk pembelajaran digital.

Penerapan ini memberikan pengalaman baru bagi pelajar dan guru. Bermain bukan cuma untuk hiburan, tetapi juga menjadi media belajar yang mendukung kreativitas. Dengan pendekatan serba kontekstual, konsep matematika akan menjadi lebih hidup dan mudah diingat. Peserta pelatihan diharapkan menerapkan konsep ini secara konsisten di kurikulum sekolah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan