Viking Tasikmalaya Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Bobotoh, Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Komunitas Viking Tasikmalaya dan VikingSingapana memenuhi kehadiran di kantor KPAID Tasikmalaya pada Rabu (6/5/2026). Kehadiran mereka didampingi keluarga korban dugaan peristiwa penyerakaan yang menewaskan satu bobotoh di daerah Tasikmalaya. Peristiwa tersebut menyelami kematian bobotoh asal Kampung Panguyuhan Ciodeng, Kecamatan Taraju, yang terbayangkan menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok tak dikenal pada Kamis malam (30/4/2026).

Febri Boyo,wakil VikingSingapana, menjelaskan kehadirannya bertujuan mendampingi keluarga korban serta mengawasi ketidsian hukum. “Kami ingin dukungan bagi mereka dan memastikan kasus ini terang,” ujarnya. Komunitas Viking tegas akan terus memantau proses hingga selesai, terutama karena korban masih anak-anak yang memerlukan perlindungan.

Ketua KPAID Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengakui kerjasama dengan keluarga korban. Ia membenarkan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Tasikmalaya, termasuk pemeriksaan medis dan visum bagi korban. “Kita cemas jika kasus ini tidak segera terungkap, berpotensi memicu konflik antarpendukung sepak bola,” kata Ato.

Pihak polisi masih menunggu informasi terkini terkait dugaan penganiayaan. Meski suatu korban sudah melaporkan peristiwa tersebut pada Senin 4 Mei 2026, pelaku tidak teridentifikasi. Fokus utama saat ini adalah mempercepat pengungkapan pelaku dan menjaga kebahagiaan masyarakat.

Meneruskan dukungan ini memastikan keadilan bagi korban dan perlindungan bagi kelompok seperti bobotoh. Setiap korban, terutama anak-anak, harus mendapatkan perlindungan tanpa ketidakadilan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menghormati hak dan hidup orang lain.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan