Vitamin Politik H Syarif Hidayat untuk DPD PAN di Tasikmalaya: Jangan Setengah Hati

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Internal dinamika Partai Amanat Nasional (PAN) di Tasikmalaya mulai menonjolkan perubahan. Gaya kerja partai bukan sekadar rutin, tetapi berusaha lebih dinamis dalam bergerak politik. Sejumlah pengurus DPD PAN Kota Tasikmalaya hadir di Kantor Kewas UPT di Kecamatan Kawalu Senin sore. Mereka bertemu dengan tokoh senior, H Syarif Hidayat, mantan Wali Kota, sebagai bagian dari silaturahmi.

Pertemuan berlangsung dengan suasana santai namun penuh kritik politik. Syarif Hidayat menilai kader partai sedang kurang serius dalam membangun kekuatan politik. Ia mengkritik mentalitas yang hanya tergantung pada posisi, bukan pada ambisi. “Polik politik itu merebut kekuasaan, jangan setengah-setengah,” ujarnya. Pendapatnya menekankan keberanian mengambil peran luas, bukan hanya bersembunyi di zona struktural.

Kader diminta untuk lebih konsisten dalam kerja lapangan. Syarif menekankan komunikasi sebagai kunci kepemimpinan. “Pemimpin baik harus komunikator yang baik. Jangan bicara sekali, rakyat malah tersinggung,” katanya. Tantangan politik saat ini bukan hanya tentang posisi, tetapi seberapa besar kader bisa dikenal masyarakat.

Budi Mahmud Saputra, Ketua DPD PAN, menyebut pertemuan itu sebagai bagian dari menyerap pengalaman tokoh senior. Ia tetap optimis dengan momentum politik yang terbuka di Tasikmalaya. Di tengah masyarakat yang sering mencari figur politisi, partai diminta aktif. “Kalau rakyat bingung, kita harus muncul. Jangan nunggu disuruh,” tegasnya.

Komunikasi harus konsisten dan menjangkau rakyat. Kegagalan dalam ini bisa jadi bumerang. Syarif menegaskan bahwa kepemimpinan tanpa komunikasi efektif tidak bisa berkesama. Kader perlu lebih terlibat di lapangan, bukan hanya berbicara dalam kantor.

Perubahan ini membuka peluang untuk memperkuat pengaruh PAN di level lokal. Dengan inisiatif dan komunikasi yang harmonis, partai bisa lebih nyaman di lapangan politik. Ini juga menjadi peluang untuk menggantikan percepatan dengan aksi konkret. Semangat inisiatif adalah kunci untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan rakyat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan