Kota Tasikmalaya kembali menghadapi ancaman tradisional dengan bentuk baru. Saat ini kekacauan bukan hanya dari banjir atau longsor, tetapi juga dari lapangan langit yang terlalu gelap dengan fenomena El Nino 2026. Studi strategis oleh Kepler Sianturi, MA dari Fraksi PDI Perjuangan, mengungkap bahwa kota ini bukan hanya rapuh saat hujan berlebihan, tapi juga mengalami kekeringan yang mendadak. Dua kondisi ekstrem ini seperti siklus yang tak bisa dihindari.
Prediksi Fenomena El Nino 2026 mulai dari bulan April hingga Oktober 2026. Dampaknya meluas hingga sektor pertanian, ketahanan pangan, hingga ketahanan ekonomi masyarakat. “Ini bukan cuma masalah panen gagal, tapi juga tentang stabilitas harga, kemiskinan, hingga kualitas gizi,” jelas Kepler dalam analisinya pada Senin (13/4/2026).
Sistem rantai pasok pangan (food supply chain) menjadi kunci mengidentifikasi risiko. Studi ini membedah potensi krisis mulai dari sumber produksi hingga pemberantasan di dapur warga. Meski Tasikmalaya dikenal sebagai daerah yang sering bencana hidrometeorologi, tapi ironi muncul saat musim kemarau ekstrem datang. “Ketika hujan berlebih kita dilanda banjir. Tapi saat kemarau panjang, ancaman kekeringan tak kalah berbahaya,” kata sih.
Data menunjukkan penurunan produksi padi di Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya, sebesar 20–35%. Debit air untuk irigasi bisa berkurang 40–60%. Dijalan sawah hanya 1.765 hektar yang sebagian besar bergantung pada hujan, kondisi ini seperti menunggu krisis tanpa persiapan. Harga beras diproyeksikan naik 15–30%, sayuran bisa melambung 40%. “Ini akan menurunkan daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan,” tulis Kepler.
Kekromisan Kemiskinan di Tasikmalaya masih 10,84%, dengan prevalensi stunting 19,6%. Kombinasi faktor ini membuat krisis pangan tidak hanya ancaman fisik, tapi juga potensi bencana sosial. Prioritas utama dalam penanganan harus menjadi kelompok rentan.
Kematangan pangan di Tasikmalaya memerlukan strategi proaktif. Investasi di teknologi irigasi, diversifikasi tanaman, atau program penanaman modal di kawasan kritis bisa menjadi solusi. Meskipun El Nino 2026 belum bisa dihindari, siapnessi masyarakat dan pemerintah bisa menurunkan dampaknya. Krisis itu bisa menghadapi dengan solusi yang benar, bukan hanya reaksi pasca peristiwa.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.