Discussion on the Misuse of N2O, Experts Urge Enforcement of Sales Regulations

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Ahli kesehatan dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, menyarankan pemerintah untuk mengatasi lebih ketat jumlah dan pola penjualan dinitrogen oksida (N2O). Ini disebabkan adanya banyaknya penggunaan gas tersebut secara tidak tepat. “Sebagai langkah kokoh, harus ada pemberian label peringatan kesehatan yang jelas dan mendasar,” kata Dicky dalam video 20detik Minggu (1/2/2026).

Selain itu, Dicky menekankan kebutuhan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan pemeriksaan lengkap terhadap kasus neurologis muda yang terkait inhalasi gas N2O. “Kewaspadaan dan pengetahuan mendalam bagi para tenaga kesehatan juga wajib agar bisa mengidentifikasi risiko sejak awal,” tambangnya.

Dicky juga mengajukan penawaran untuk sistem laporan berbasis sindrom jika adanya kasus inhalasi gas N2O. “Pemilihan ini bertujuan untuk mendukung respon darurat dan juga di sekolah,” ujarnya.

Zulkarnain Harahap, Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes, memperjelas bahwa bahaya N2O tidak berasal dari illegalitasnya, melainkan dari dampak biologis pada otak dan sistem tubuh. “Penggunaan gas ini bisa merusak kesehatan secara signifikan, meski sering dianggap aman karena digunakan di dunia medis,” ujarnya dalam konferensi pers terkait kematian Lula Lahfah di Polres Jaksel Jumat (30/1/2026).

Penguasaan N2O juga menjadi prioritas Direktorat Tindak Pidana Bareskrim. “Kami sedang koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM untuk menyusun prosedur hukum yang tepat terkait produksi, distribusi, dan penggunaan N2O,” ujar Zulkarnain. “Keabsahan ini bertujuan agar UU Kesehatan No 17 Tahun 2023 dapat diaplikasikan dengan benar, serta memperkuat UU No 3 Tahun 2009 tentang narkotika.”

Penggunaan N2O untuk efek euforia masih berisiko tinggi karena efek jangka panjangnya. Zulkarnain mengingatkan masyarakat untuk menghindari praktik ini, karena bisa merusak kesehatan fisik maupun mental.

Waspadai penggunaan gas N2O, karena risiko kesehatan yang serius. Kolaborasi antarparti adalah kunci untuk mencegah ancaman yang mengancam masyarakat.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan