Anggaran Direfocusing, Pemkab Ciamis Baru Bisa Dibangun Lagi dalam Satu Proyek di Awal Tahun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pengadaan Barang dan Jasa di Ciamis Keterbatasan di Awal 2026

Kabupaten Ciamis masih mengalami keterbatasan dalam pengadaan barang dan jasa di awal 2026. Hingga January terakhir, hanya satu proyek yang dikirim, yaitu penataan Rest Area Karangkamulyan dengan nilai Rp978 juta.

“Di awal tahun ini, jumlah lelang minimal. Sama halan tahun 2024 dan 2025, fokus anggaran masih terbatas. Biasanya, pengadaan yang lebih besar terjadi pada bulan November-Dekember,” explained Dadi Supyadi, Kepala Bidang Pengadaan Barang dan Jasa Setda Ciamis.

Proses pengadaan menggunakan sistem e-katalog secara rutin. Untuk proyek konstruksi, tenders menjadi metode utama. Nilai proyek juga meningkat, dari Rp200 juta di 2025 menjadi Rp400 juta di 2026.

“Lelang bisa gagal jika evaluasi tidak memenuhi syarat atau tidak ada penawaran,” menjelaskan Dadi Supyadi. Contohnya, lelang jasa konsultan yang dilakukan awal tahun ini membatalkan karena SKPD.

Evaluasi tidak memperhatikan UMKM atau perusahaan dengan kualifikasi tetap sebagai kriteria utama. Fokus tetap pada kualifikasi persyaratan penawar.

Sistem SPSE sudah lengkap dengan daftar hitam penyedia. Sebelum menetapkan pemenang, pengawasan dilakukan melalui LKPP. Prosedur ini dianggap aman dan transparan, namun apakah prosesnya cepat? Apakah manfaatnya bisa dilihat oleh masyarakat?

Di awal 2026, proses pengadaan di beberapa wilayah terlihat lambat. Ratusan proyek masih berdampak di layar. Warga menunggu pengadaan infrastruktur atau layanan kesehatan yang masih berupa janji.

(Fatkhur Rizqi)

Data Terbaru: Tren Keterbatasan Pengadaan
Penelitian terbaru mengungkap bahwa keterbatasan pengadaan di 2026 terkait dengan kesiapan infrastruktur dan alokasi anggaran yang terlambat. Di beberapa provinsi, lelang baru saja dimulai pada Februari.

Contoh Kasus: Pengadaan Sukses di Provinsi Lain
Di Provinsi X, pengadaan proyek transportasi berhasil karena komite pengawas mencabut pengaduan dengan cepat. Ini menunjukkan pentingnya transparansi dan responsivitas dalam proses seleksi.

Infografis: Faktor yang Berpengaruh pada Keterbatasan

  1. Kesiapan anggaran pemerintah lokal
  2. Kompleksitas prosedur SPSE
  3. Kualitas penawar yang masuk

Penutup yang Memotivasi
Meskipun ada hambatan, pengadaan yang cepat dan transparan bisa menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama untuk meningkatkan efisiensi proses. Tidak hanya itu, penandaan masalah awal akan membantu mencegah keterbatasan di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan