
TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM — Kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya dalam menggali potensi retribusi parkir mendapat sorotan tajam dari publik. Alih-alih meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pelaksanaan tiga program sekaligus justru dianggap memperlebar celah persoalan di lapangan.
Deden Tazdad, Ketua Forsil RTRW Kota Tasikmalaya, mengkritik semangat inovasi Dishub yang dinilai terlalu cepat tanpa menyelesaikan masalah mendasar satu per satu.
Refleksi Malam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya: dari Keramaian HZ Mustofa Menuju Doa BersamaMalam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya, Ribuan Pejalan Kaki Padati Jalur HZ Mustofa
“Program itu bagus. Tapi program bagus tidak akan berjalan efektif kalau dikerjakan serempak tanpa menyelesaikan satu demi satu,” ujar Deden saat dikonfirmasi pada Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, permasalahan parkir sebenarnya bukan isu baru, melainkan persoalan lama yang terus berulang karena minimnya konsistensi dan pengawasan.
Deden mengaku telah turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan sejumlah juru parkir di pusat kota. Hasilnya, ditemukan juru parkir yang bekerja dari sore hingga malam hari, rutin menyetor retribusi, tetapi tidak dilengkapi atribut atau identitas resmi dari Dishub.
“Mereka mulai kerja dari sore sampai malam. Setor iya, tapi tidak diberi pakaian. Ini pertanyaan besar, konsistensi Dishub dalam penataan parkir di mana?” tegasnya.
Menurut Deden, jika sektor parkir menjadi salah satu pilar PAD, maka kebocoran yang bersifat elementer harus dibenahi terlebih dahulu.
Portal Parkir VIP Setda Kota Tasikmalaya Dibela Tokoh Masyarakat: Jangan Dipelintir Jadi Sekat dengan WargaKontraktor Terancam Tekor, DPRD Sebut Kas Pemkot Tasikmalaya Surplus tapi Pembayaran Tersendat
Ia menyindir kebijakan yang tampak heboh di permukaan, tetapi tidak terasa dampaknya secara nyata.
“Kalau ingin dampak nyata ke PAD, kebocoran harus dibersihkan dulu. Jangan program yang seakan-akan booming, tapi tidak berdampak,” ujarnya.
Deden bahkan mempertanyakan kejelasan alur setoran dari juru parkir yang tidak memiliki status resmi. Meski rutin menyetor, kontribusi mereka belum tentu tercatat sebagai bagian dari PAD secara formal.
“Mereka setor, tapi tidak berbaju, statusnya tidak jelas. Itu masuk PAD atau tidak? Wallahualam,” katanya.
Kondisi ini menempatkan juru parkir dalam posisi abu-abu. Di satu sisi mereka menyetor retribusi, di sisi lain mereka rentan dicap sebagai juru parkir liar karena tidak memiliki atribut resmi.
“Kalau begitu kan seolah-olah mereka juru parkir liar. Tapi setor jalan terus. Ini kan jadi tanda tanya,” tambahnya.
Studi Kasus: Di Jalan HZ Mustofa, ditemukan juru parkir yang menyetor Rp150 ribu per hari, tetapi tidak mengenakan seragam resmi. Data Dishub mencatat 120 titik parkir di zona inti, namun hanya 68% yang memiliki petugas beratribut. Infografis menunjukkan potensi kebocoran mencapai 32% dari total target retribusi tahunan.
Perlu ada perombakan sistem yang lebih menyeluruh. Penataan harus dimulai dari internal Dishub, memastikan seluruh juru parkir memiliki identitas resmi, data setoran tercatat akurat, dan pengawasan dilakukan secara berkala. Tanpa itu, inovasi apapun akan sia-sia dan PAD tidak akan pernah mencapai potensi maksimalnya. Kepercayaan publik dan keadilan bagi juru parkir harus menjadi prioritas utama dalam penataan sektor ini.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.