Di Kabupaten Tasikmalaya, sekitar 6.000 ruang kelas SD mengalami kerusakan, bervariasi dari tingkat parah hingga ringan. Pemerintah daerah berusaha untuk mengajukan dana kepada pusat dan provinsi agar fasilitas pendidikan dapat diperbaiki.
Ahmad Solihin, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, mengaku masih banyak ruang kelas dan sarana prasarana yang memerlukan perbaikan. “Tetapi data pasti masih dalam tahap verifikasi kembali karena angka ini terus berubah setiap tahun. Untuk tahun 2026, belum pasti ada anggaran khusus untuk revitalisasi,” kata Ahmad kepada Radar Tasikmalaya, Kamis (9/10/2025).
Ia menjamin bahwa setiap kesempatan pengalokasian dana akan dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas sekolah. “Hingga saat ini, masih banyak ruang kelas yang rusak berat, yakni 1.613 ruang berdasarkan data Dapodik,” tambahnya.
Anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan ruang kelas rusak parah sangat besar. Namun, dengan keterbatasan dana, perbaikan di tahun depan masih diragukan. “Belum ada target anggaran pasti untuk 2026, termasuk estimasi total kebutuhan dana untuk memperbaiki ruang kelas dan sarana pendidikan. Tidak diketahui juga apakah ada DAK, DAU, atau sumber lain yang bisa diserap Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya.
Qika Prakawa, Kasi Sarana Prasarana Bidang SD Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, menyempurnakan data bahwa dari total 1.062 sekolah dasar negeri dan swasta, lebih dari 6.000 ruang kelas mengalami kerusakan. “Detailnya, 1.613 ruang kelas SD rusak parah, sekitar 3.000-an rusak sedang, dan lebih dari 2.000-an rusak ringan,” papar Qika.
Perkiraan biaya perbaikan untuk ruang kelas rusak sedang hingga berat mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per ruang. “Jika dihitung, sekitar 4.613 ruang kelas rusak sedang hingga berat, dengan rata-rata Rp200 juta per ruang, total kebutuhan dana mencapai lebih dari Rp922 miliar,” terang Qika.
Pemerintah daerah seperti Tasikmalaya menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali infrastruktur pendidikan yang rusak, terutama dengan keterbatasan dana. Namun, dengan pendanaan yang tepat dan prioritas yang jelas, adanya harapan bahwa kondisi ruang kelas dapat diperbaiki secara bertahap. Meskipun rintangan ada, setiap upaya perbaikan adalah langkah maju menuju pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.