OJK mengonfirmasi bahwa kerugian akibat insiden pembobolan rekening dana nasabah (RDN) di Bank Central Asia akan ditanggung oleh PT Panca Global Sekuritas. Hal ini sesuai dengan peraturan Lembaga Jasa Keuangan (LJK). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, menjelaskan bahwa nasabah tidak akan mengalami kerugian apapun karena seluruh biaya telah ditanggung LJK.
Serangan siber dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas pasar modal. Meskipun belum tergolong insiden sistemik, potensinya dapat menjadi masalah yang lebih besar. OJK bekerja sama dengan SRO untuk meningkatkan pengawasan keamanan IT di industri pasar modal, mengembangkan infrastruktur keamanan siber, dan menjalin kerja sama lintas lembaga melalui Indonesia Anti Scam Center.
Dalam kasus spesifik ini, OJK telah menyelidiki insiden serangan siber di Perusahaan Efek (PE) dan mengidentifikasi poin-poin penting terkait keamanan siber yang perlu diperhatikan. Koordinasi dengan SRO telah menghasilkan Surat Edaran Bersama tanggal 12 September 2025, yang harus ditindaklanjuti oleh PE dan Bank Penyedia RDN.
OJK menegaskan bahwa keamanan aset nasabah adalah prioritas utama, sehingga peningkatan keamanan siber harus menjadi fokus bagi PE. Untuk memperkuat perlindungan investor, OJK telah menerbitkan surat kepada PE dan Bank RDN, menekankan pentingnya peningkatan keamanan teknologi informasi dan pengelolaan risiko, termasuk perbaikan Fraud Detection System.
Modus serangan siber yang mengeksploitasi koneksi host-to-host (API) antara sistem back office PE dan sistem Bank RDN telah menjadi perhatian. OJK dan SRO telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama yang menetapkan penghentian koneksi tersebut setiap hari kecuali memenuhi persyaratan keamanan yang ditetapkan.
Kasus pembobolan RDN BCA milik Panca Global awalnya masyarakat kenal dari pemberitaan bahwa seorang nasabah kehilangan dana sebesar Rp 70 miliar. Namun, melalui keterbukaan informasi di BEI, Panca Global Kapital Tbk menyatakan bahwa jumlah kerugian tidak mencapai angka yang beredar. Dana yang dicuri telah dikembalikan ke RDN nasabah terkait pada 10 September 2025.
OJK juga telah menyelidiki BCA dan Panca Global Sekuritas terkait insiden ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan insiden pada infrastruktur IT BCA.
Di era digital saat ini, keamanan siber menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Pemangku kepentingan harus terus berkolaborasi untuk membentuk sistem yang lebih kuat dan tangguh terhadap ancaman siber. Investor perlu waspada dan memastikan bahwa perusahaan keuangan yang mereka pilih memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai. Dengan demikian, kepercayaan dalam sistem keuangan dapat terjaga, dan industri ini akan terus berkembang dengan aman dan sehat.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.