Buah dikenal sebagai sumber utama vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Manfaatnya meliputi peningkatan sistem imun, perbaikan pencernaan, serta penurunan risiko anemia, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, pertanyaan klasik tentang waktu yang tepat untuk mengonsumsi buah sering menjadi bahan perdebatan. Apakah lebih sehat memakan buah sebelum atau setelah makan?
Beberapa orang percaya buah lebih baik dimakan di perut kosong agar nutrisinya menyerap maksimal, sementara yang lain lebih suka menggunakan buah sebagai pencuci mulut setelah makan berat. Keduanya memiliki alasan masing-masing, tetapi apa yang benar?
Makan buah sebelum makan dikenal efektif untuk meningkatkan rasa kenyang. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Appetite menunjukkan bahwa konsumsi buah utuh sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori hingga 15%. Serat dalam buah membantu mengisi lambung, sehingga mengurangi jumlah makanan utama yang dikonsumsi. Selain itu, studi lain tahun 2019 mengungkapkan bahwa buah dapat memicu produk hormon yang menjaga kenyang, sehingga total kalori yang masuk berkurang. Oleh karena itu, if you tujuan adalah mengontrol berat badan atau nafsu makan, buah sebelum makan bisa menjadi strategi sederhana namun efektif.
Namun, buah setelah makan juga memiliki keuntungan. Kebiasaan ini tidak hanya aman, tetapi juga memberikan tambahan nutrisi penting. Buah seperti jeruk, jambu biji, dan kiwi kaya vitamin C, yang membantu penyerapan zat besi dari makanan utama. Hal ini bermanfaat dalam mencegah anemia. Meskipun ada mitos bahwa buah setelah makan bisa mengganggu pencernaan, faktanya masalah seperti kembung lebih terkait dengan porsi makanan yang berlebihan, bukan waktu konsumsi buah. Beberapa buah bahkan memang memiliki enzim yang memudahkan pencernaan, seperti papaya, alpukat, pisang, mangga, dan nanas.
Hingga saat ini, belum ada bukti yang mengatakan bahwa salah satu waktu lebih baik dari yang lainnya. Pilihan tergantung pada tujuan dan kondisi tubuh. Jika seseorang ingin mengontrol berat badan, buah sebelum makan bisa menjadi solusi. Sementara itu, jika tujuan adalah mendapatkan nutrisi tambahan, buah setelah makan sama baiknya. Pentingnya bukan waktu konsumsi, tetapi konsistensi dalam mengonsumsi buah setiap hari. Kementerian Kesehatan merekomendasikan minimal 200-300 gram buah sehari, atau setara dengan 2-3 porsi. Asupan rutin ini terbukti dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, obesitas, anemia, dan kanker.
Jadi, tidak perlu bingung. Buah bisa dimakan kapan saja, asalkan konsumsi teratur setiap hari. Itulah kunci untuk merasakan manfaat buah secara optimal bagi kesehatan jangka panjang.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.