Cucu Korban Kebakaran Kios yang Tewaskan Ibu dan Anak di Bogor Ditemukan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polisi masih menyelidiki perkara kebakaran kios penjual pecel lele di daerah Gunungputri, Bogor, yang menimbulkan duka dengan menewaskan seorang ibu dan anaknya. Anak cucu dari korban yang sebelumnya hilang kini telah ditemukan.

“Sekian terima kasih, sudah (ditemukan) baik-baiknya,” ujar Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, pada Selasa (9 September 2025).

Cucu korban diketahui masih berumur remaja, yaitu berusia 16 tahun. Menurut Robby, penemuan cucu terjadi di wilayah Kecamatan Citeureup.

“Berdasarkan informasi, cucu korban ditemukan di sekitar Citeureup, bukan lagi di lokasi kebakaran, tepatnya semalam (ditemukan),” jelasnya.

Sebelumnya, kios pecel lele yang terbakar di Gunungputri, Bogor, didiami oleh tiga orang. Dua di antaranya, ibu dan anaknya, ditemukan tewas, sementara cucu korban masih dalam proses pemeriksaan keberadaannya.

“Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, terungkap bahwa di dalam kios tersebut ada tiga orang yang tinggal. Namun, satu orang, yaitu saudara SA, cucu dari korban SU, keberadaannya masih ditelusuri,” ungkap Kapolsek Gunungputri, Kompol Aulia Robby, Minggu (7 September).

Kebakaran terjadi di kios pecel lele terletak di Jalan Raya Ciangsana, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Insiden terjadi pada pagi hari pukul 05.20 WIB, dengan dua korban jiwa.

“Setelah pemadaman dilakukan, ditemukan dua orang yang sudah meninggal akibat kebakaran. Identitas korban telah diketahui, yakni Ibu SU (53 tahun) dan RA (28 tahun), putri Ibu SU,” kata Aulia.

Robby menjelaskan bahwa korban adalah penjual pecel lele yang juga tinggal di kios tersebut. Jenazah korban sudah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk autopsi,” tambah Robby.

Kebakaran yang menimbulkan tragedi ini mengingatkan betapa pentingnya kesadaran akan keselamatan dan prevensi kebakaran, terutama di area yang padat penduduk. Penyebab pasti insiden ini masih dalam proses penyelidikan, tetapi pelajaran yang dapat diambil adalah keberadaan sistem pengawasan dan peralatan ekstinksi yang memadai. Ketika menghadapi kecelakaan serupa, cepatnya tindakan pemadaman dan pelaporan akan sangat mengurangi kerugian. Kesadaran bersama tentang keselamatan dan kerja sama antara masyarakat dan pihak berwenang akan menjadi kunci mencegah tragedi serupa di masa depan.

Kebakaran yang menewaskan dua jiwa di Bogor ini bukanlah insiden pertama yang terjadi di wilayah tersebut. Data menunjukkan bahwa kebakaran di tempat usaha kecil seperti kios atau warung sering kali disebabkan oleh ketidaksengajaan, seperti penggunaan peralatan listrik yang tidak layak atau peninggalan kompor yang masih menimbulkan api. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kebakaran dan menyiapkan solusi yang lebih baik. Dengan peningkatan kesadaran dan investasi dalam peralatan pemadam kebakaran, dapat diharapkan insiden serupa bisa dicegah atau minimal dampaknya dapat dikurangi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan