Beberapa anggota Komisi III DPR mengekspresikan kecewa atas kepantasan mafia hukum dan pajak yang menyelimuti proses seleksi calon hakim agung. Hasbiallah Ilyas mengungkapkan kecemasan terhadap Budi Nugroho, salah satu calon hakim agung, tentang kemampuannya menentang praktek korupsi tersebut. Dalam sesi fit and proper test yang diselenggarakan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Hasbi mengingatkan bahwa fenomena mafia kini merajalela di berbagai sektor, termasuk peradilan, melibatkan para pejabat.
Menurut Hasbi, keberadaan mafia peradilan dan pajak sudah lama menjadi isu, bahkan menyebar luas. Dia juga mempertanyakan bagaimana Budi akan menjaga integritas jika terpilih, karena banyak yang hilang kesadaran setelah diangkat. “Semua yang diuji selalu berbicara tentang integritas, tapi setelah terpilih, malah kalah dengan godaan mafia,” kata Hasbi.
Sementara itu, Sarifuddin Suding, anggota Komisi III DPR lainnya, menggarisbawahi bahwa Budi Nugroho akan menghadapi tantangan besar karena akan bertemu dengan korporasi-korporasi besar. Suding juga merujuk pada kasus Zarof Ricar sebagai contoh mafia perkara yang telah merusak kepercayaan masyarakat. Dia menyoroti pentingnya integritas dalam memerangi pelanggaran hukum. “Integritas sangat penting, karena calon hakim agung akan berhadapan dengan korporasi yang kuat,” ujar Suding.
Nasir Djamil, lainnya, menegaskan bahwa independensi hakim agung dalam menangani kasus perpajakan sangat krusial. Dia mempertanyakan pola kerja mafia pajak dan menegaskan bahwa kasus-kasus seperti Gayus Tambunan dan Rafael Alun Trisambodo menyadarkan masyarakat akan skala kecurangan yang terjadi. “Masyarakat kagum melihat aset Gayus Tambunan, padahal dia hanya pegawai biasa di pajak,” katanya. Nasir juga menimbulkan kesimpulan bahwa sistem pajak mungkin tidak optimal, karena potensi penerimaan negara mungkin jauh lebih besar daripada yang dilaporkan.
Dalam tanggapannya, Budi Nugroho menjelaskan bahwa hukum pajak berbeda dengan hukum administratif. Dia menegaskan bahwaintegritas aparat pajak adalah kunci utama. “Integritas aparat pajak di semua tingkat, baik di Bea Cukai, Pajak, maupun daerah, harus dijaga,” katanya. Budi juga menambahkan bahwa kesulitan dalam pemahaman pajak oleh wajib pajak sering menjadi penyebab persidangan yang berlarut-larut.
Korupsi dan mafia dalam sistem hukum dan pajak bukan hanya merusak kepercayaan masyarakat, tetapi juga menghambat perkembangan ekonomi negara. Kehadiran hakim agung yang berintegritas tidak hanya penting untuk memastikan keadilan, tetapi juga untuk memotivasi aparat lain dalam menjalankan tugas dengan jujur. Setiap langkah yang dilakukan sekarang akan mempengaruhi masa depan institusi peradilan dan pajak.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.