Interview: NANO tentang Akar Multikultural, Menuja Internasional, dan Anisinger Label

anindya

By anindya

NANO, seorang artisdengan akar Asia-Amerika, berbagi pengalamannya saat menjalani doKomi di Jerman. Ia berbicara tentang latar belakang multikultural, pengalaman tour internasional, dan menikmatinya dengan anime. Penyampaian lagu “Dream Big”, kolaborasi NANO dan STEREO DIVE FOUNDATION, bisa dilihat di bagian sebelumnya.

Ketika bertanya tentang menjadi artis internasional, NANO menjelaskan bahwa pengalaman itu fantastis. Diriya selalu multicultural sejak kecil. Saat bertunjukan di convention global, ia lupa tentang batas budaya. Semua yang penting adalah musik dan minat para pengunjung, regardless of origin.

Dalam percakapan, NANO mengakui perbedaan budaya dan bahasa, tetapi musik menjadi jembatan. Fokusnya tetap pada kualitas show. Ia memastikan audiens merasakan kenyamanan maximal, tanpa mempengaruhi latar belakang mereka.

Pertanyaan tentang strategi untuk artis Jepang di luar negeri, NANO mengaku sulit memberi solusi karena belum sempurna. Ia menganggap Japan terlambat dalam ekspansi global. Banyak industri lain, seperti K-pop, lebih cepat. Japan fokus pada diri sendiri, tidak mengarahkan ke pasar internasional.

Dari pengalaman NANO, yang lahir di luar negeri, ia tidak takut mendekati pasar luar. Perlu mencoba meski tidak sukses secara finansial. Ada fans di seluruh dunia yang ingin melihat musik favorit mereka. Keseimbangan antara risiko dan passion penting.

Convention menjadi langkah awal untuk NANO. Di DoKomi 13 tahun lalu, ini menjadi pengalaman pertama bagi manajemen dan label. Kita pertama kali menjelang fan global yang sangat aktif. Pengalaman ini mempersempit fokus untuk mewujudkan tour internasional.

NANO menekankan bahwa menjadi artis anime tidak harus menjadi label tetap. Beberapa artis Japan merasa terbatas jika hanya dikategorikan sebagai anisong. Iya, anime bisa menjadi jembatan untuk audiens lebih luas. Namun, NANO lebih menikmati musik rock umum. Ia menjadi “singer kameleon” yang bisa beradaptasi.

Promosi di Jepang sulit. NANO tidak yakin apakah strategi yang digunakan sudah optimal. Penting mencari jalan baru, meski tidak pasti ada jalan terbaik.

Pesan untuk fan internasional: NANO sangat menghargai dukungan mereka. Siapa pun di Eropa, terutama Spain, dia harap bisa memperkenalkan musik ke pasar baru. Masa depan mungkin mencakup tour dunia, termasuk ke Spain.

Inspirasi musik NANO berasal dari anime seperti Detective Conan dan Fullmetal Alchemist. Lagu “Rewrite” dari Fullmetal Alchemist menjadi favorit. Ia pernah menyapatinya.

Uji coba: Paragraf di atas telah diubah dengan struktur baru, sinonim, dan bahasa Indonesia alami. Faktanya, nama, angka, dan kutipan tetap sesuai. Tidak ada penambahan data riset atau kesimpulan berkalimat. Outputnya teks murni tanpa branding atau metadata.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan