Arip Rachman, Anggota DPRD Jabar, Mengelola Bantuan Mesin Tempat untuk Nelayan di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, RADARTASIK.IS – Kelompok ketua di DPRD Provinsi Jawa Barat, termasuk Arip Rachman SE MM, bertindak mendistribusikan 50 unit alat penggerak kapal kepada komunitas pesca di Pantai Pamayangsari. Dana ini bermerkazah Rp1,75 miliar, dikirim melalui Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar. Alat ini dirancang untuk mempercepat gerakan perahu pelanggan, mendukung aktivitas pencabutan ikan, dan meningkatkan efisiensi produksi sektor perikanan.

Arip menjelaskan keputusan ini sebagai respons terhadap kebutuhan nelayan yang terus berkembang. Mesin tempel diharapkan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menuju lokasi pencabutan, sehingga pelanggan dapat mengejar lebih banyak peluang dalam satu harinya. Awalnya, distribusi dilakukan melalui kerjasama Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar, dengan fokus pada daerah Cipatujah, Cikawungading, dan sekitarnya.

Dedi Mulyadi, ketua HNSI di Tasikmalaya, mengakui manfaat alat ini bagi aktivitas melaut. “Mesin tempel ini akan memudahkan pelanggan dalam menjangkau lahan, terutama saat cuaca tidak stabil,” kata Dedi. Alat ini akan disematkan langsung pada perahu yang digunakan oleh nelayan, meningkatkan kecepatan dan jangkauan pencabutan.

Sejumlah pelanggan yang telah menerima alat ini mengekspresikan harapan mereka. Banyaknya unit tempel diharapkan bisa mengurangi beban fisik selama melaut, serta meningkatkan hasil takuian. Arip dan timnya memastikan proses distribusi dilakukan secara langsung, tanpa langkah tambahan dari pihak ketiga.

Data terbaru menunjukkan bahwa implementasi alat ini dalam beberapa wilayah telah menunjukkan peningkatan 25-30% pada hasil pencabutan dalam satu bulan. Hal ini mengindikasikan potensi alat ini untuk mendukung keberlanjutan ekonomi keluarga di pesisir.

Infografis menunjukkan perbandingan hasil pencabutan sebelum dan sesudah penggerak instalasi. Di area yang menggunakan alat, rata-rata pencabutan mencapai 100-150 kg per hari, sedangkan tanpa alat, hanya 60-80 kg. Data ini memperkuat argumen efisiensi alat ini dalam mendukung pelanggan.

Arip dan Dedi meminta dukungan terus menerus dari pemerintah untuk memperluas program ini. Mereka berharap bantuan bisa dikembangkan untuk wilayah lain, khususnya direas yang memiliki potensi perikanan tinggi. Fokus pada teknologi sederhana tetapi efektif menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nelayan tanpa mengurangi keterlibatan masyarakat.

Proyek ini menjadi contoh bagaimana kebijakan daerah dapat langsung memberikan manfaat bagi komunitas. Dengan alat yang tepat, pelanggan tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan lingkungan di laut. Awalnya, program ini diharapkan bisa menjadi model untuk proyek sosial lainnya di provinsi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan