Pemeriksaan Ahli: 80 Ribu Bayi di Indonesia Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan Setiap Tahun

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Data evalueasi menunjukkan sekitar 80 ribu bocah baru di Indonesia terlahir dengan gangguan jantung dalam satu periode tahunan. Berdasarkan standar global, satu dari seratus enam puluh persen kelahiran memiliki risiko pengambilan diagnosa ini. Konsultan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Oktavia Lilyasari, menyampaikan informasi dalam kegiatan Global Summit di Yogyakarta. Seminar internasional ini diikuti sekitar 100 profesional kesehatan dan bekerja sama dengan pusat spesialis di Spanyol yang beroperasi sejak lebih dari satu abad.

“Informasi ini masih terbatas karena kekurangan data nasional,” ujar Oktavia. Maksebang, kenyataan bahwa lebih dari 90 persen anak dengan kondisi ini bisa bertahan hidup hingga dewasa, memicu tantangan baru seperti risiko gagal jantung atau serangan tiba-tiba. Penyakit jantung bawaan bukan ciri terburuk duyanya, seminar juga menyoroti gangguan irama jantung yang bisa memicu kematian mendadak tanpa indikasi sebelumnya.

Georgia Sarquella-Brugada, lektor di pusat Spanyol, menekankan bahwa absennya gejala tidak menjamin keamanan. “Kehaltaman pertama bisa tiba dalam bentuk kematian mendadak, bukan karena kurang adanya gejala tiba-tiba,” katanya. Sindrom Brugada, yang meningkat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terkait dengan fenomena masyarakat yang dikenal sebagai “ketindihan genderuwo.”

Erika Maharani, Ketua INAHRS, mengingatkan tenaga medis untuk bukan hanya bergantung pada hasil EKG istirahat. “Awasi penggunaan alat penanggan untuk mencari gejala berulang,” kata Erika. RS JIH menegaskan peningkatan fasilitas seperti Cath Lab dan holter monitor untuk mendukung diagnosa yang lebih presisi.

Bambang, direktur RS JIH, menghargai seminar ini sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tenaga medis. “Sistem kesehatan membutuhkan kerja sama antarunit dan lintas negara,” ujarnya. Layanan JIH CardiaCare di RS JIH sudah melayani pasien dengan fasilitas komprehensif, termasuk layanan anak.

Octdy Hendrawan Wulantara, Wakil Ketua PT Unisia Medika Farma-RS JIH, menekankan kemampuan rumah sakit menangani berbagai kasus kardiovaskular. “Dengan Penghukuman Pediatric Tower, kami bisa memperkuat layanan keamanan anak melalui NICU dan PICU,” katanya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan