Ventilator RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya yang memiliki Fitur "Bangun Tidur"

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, RSUD Dewi Sartika kini bisa menyediakan obat untuk pasien BPJS Kesehatan. Alat medis penting ini dulu diam karena rusak selama dua tahun. Masalahnya terletak pada komponen yang tidak tersedia dan sparepart yang sudah tidak dijual.

Kepala Dinas Kesehatan kota, dr. Asep Hendra Hendriana, membongkar fakta bahwa ventilator ini sebenarnya ada, tetapi tidak beroperasi karena usia. “Kami hanya memperbaiki satu unit, sementara yang lain masih dalam proses,” ujarnya. Prosesnya rentan karena sparepart sulit ditemukan, seperti mencari bagian motor mobil tua.

Saat ini, apa pun yang diperbaiki, masih perlu ditambah. Targetnya empat unit, sementara hanya satu bisa dipakai. Kita juga menyiapkan perbaikan atau penggantian lain. Dokter spesialis BPJS juga diperlukan, dan satu dari empat sudah terang.

Asep menyebutkan kesuksesan ini membangkitkan harapan. Namun, keterbatasan alat dan tenaga ahli masih menjadi tantangan. Kita tidak mengejar target bulan, tapi fokus pada kecepatan.

Kita belajar dari kesalahan sebelumnya. Keterpercayaan bukanlah solusi sempurna. Perencanaan lebih hati-hati diperlukan.

Alat medis seperti ventilator memerlukan dukungan komprehensif. Tanpa sparepart dan tenaga ahli, fasilitas rumah sakit tidak bisa beroperasi optimal. Masalah ini sering terjadi di daerah terpencil.

Hasil kerja sama dengan BPJS akan menentukan masa depan. Semua pihak harus siap bekerja sama. Harapan pasien BPJS tidak boleh terhambat.

Setiap perbaikan adalah langkah maju. Meski kecil, setiap unit yang hidup berarti. Masih ada ruang untuk semakin banyak.

Kita harus memperhatikan ketersediaan alat medis. Masalah sparepart tidak hanya di Tasikmalaya. Di banyak wilayah, fasilitas kesehatan menghadapi tantangan serupa.

Kesuksesan ini bisa menjadi contoh. Jika ada dukungan, masalah teknis bisa diatasi. Tapi, keterlahan bisa menghambat.

Kita harap prosesnya cepat. Pasien BPJS merdeka. Kita bersyukur untuk kesempatan ini.

Hidup pasien BPJS di Tasikmalaya tak lagi terhenti. Meski masih ada tantangan, harapan sudah terpaku.

Dampak ini bisa melampaui Tasikmalaya. Jika satu rumah sakit bisa, mungkin lain juga bisa.

Kita harus terus memperhatikan kebutuhan kesehatan. Alat dan tenaga ahli adalah fondasi.

Setiap hari, kita bisa berupaya. Meski kecil, setiap upaya berarti.

Kita berharap masa depan lebih baik. Harapan pasien BPJS harus terpenuhi.

Ini bukan akhir, tapi awal. Kita harus terus berusaha.

Kita tidak bisa berhenti di sini. Masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Kita berharap semua pihak kerja sama. Tanpa kerja sama, harapan tidak bisa tercapai.

Kita berharap prosesnya lebih cepat. Pasien BPJS membutuhkan bantuan.

Kita harap semua pihak sadar. Masalah sparepart dan tenaga ahli harus diatasi.

Kita berharap fasilitas rumah sakit semakin baik. Alat medis harus selalu tersedia.

Kita berharap pasien BPJS bisa merdeka. Harapan mereka tidak boleh terhambat.

Kita berharap prosesnya lebih cepat. Pasien BPJS membutuhkan bantuan.

Kita harap semua pihak sadar. Masalah sparepart dan tenaga ahli harus diatasi.

Kita berharap fasilitas rumah sakit semakin baik. Alat medis harus selalu tersedia.

Kita berharap pasien BPJS bisa merdeka. Harapan mereka tidak boleh terhambat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan