Konser dengan Satgas Pajak Mengemungkinkan, Diky Candra: Mengingat Ketenangan PAD Sepi di Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kota Tasikmalaya mulai mempertimbangkan pembentukan satgas khusus untuk pengawasan pajak hiburan di acara konser. Khususnya, ini disusun untuk mencegah kebocoran pajak yang sering terjadi setelah event musik. Wakil Wali Kota, Diky Candra mengungkapkan bahwa banyak penyelenggara tidak menyelenggarakan kejelasan pembayaran pajak sejak awal. Hasilnya, pemerintah lokal sering hanya meminta uang setelah konser selesai.

Diky menyampaikan kritik bahwa proses ini terus berulang, padahal penyimpangan memicu rugi bagi pemotong. Ia menilai, tanpa sistem pengawasan yang ketat, penyelenggara sering mengalahkan melalui argumen seperti “keuntungan tidak ada”. Namun, kekurangan pajak hiburan tidak hanya rusak keuangan daerah, tetapi juga memutuskan fungsi konser sebagai alat pemotong ekonomi dan pengembangan infrastruktur.

Solusi yang diputar adalah satgas yang akan menjadi lintas instansi antara Bapenda, Disporabudpar, dan kepolisian. Tujuannya adalah menjamin setiap acara musik memiliki kejelasan soal pajak sebelum berlangsung. Diky juga menyulustkan dialog khusus antara Pemkot dan kepolisian Tasikmalaya untuk menciptakan kerjasama dalam pengelolaan anggaran dari event hiburan.

Saat ini, diskusi ini sudah disampaikan langsung kepada Kapolres Tasikmalaya. Diky berharap satgas bisa menjadi solusi yang efektif, terutama karena konser musik terus populer padahal kontribusi ekonomi di wilayah masih terasa sepi.

Membangun satgas ini bukan hanya soal mematikan korupsi, tetapi juga menciptakan sistem transparan. Dengan kerjasama yang teratur, pemerintah dan polisi dapat memastikan pajak hiburan secara tepat dan tepat waktu. Ini bisa menjadi contoh bagi kota lain yang mengalami masalah serupa.

Langkah ini juga membuka peluang untuk meningkatkan kontribusi psikologis dan ekonomi masyarakat. Konser yang dikelola dengan kejelasan pajak bisa menjadi sumber daya yang lebih menguntungkan. Jadi, ini bukan hanya kebijakan pemerintah, tetapi investasi bagi keberlanjutan budaya lokal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan