Menu Makanan Bergizi Minimalis di Tasikmalaya Dikenang, Orang Tua Kritis Kelengkupan Makanan Bergizi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Anak-anak di Sekolah Dasar di Kecamatan Padakembang, khususnya Endin (35), merasa tak puas dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan selama Ramadhan. Keluhan mereka muncul karena komposisi makanan dianggap sederhana dan tidak mencerminkan kebutuhan nutrisi seimbang. Paket yang dibagikan hanya mengandung roti kemasan tanpa merek, beberapa butir telur puyuh, dan kurma, tanpa lauk atau sayuran yang memadai.

Orang tua mengkhawatirkan bahwa menu ini lebih seperti makanan ringan ketimbang makanan bergizi yang seharusnya mendampingi aktivitas fisik dan spiritual anak selama puasa. Endin menekankan, meskipun pola makan bisa berubah selama Ramadhan, menu MBG tetap perlu memenuhi standar gizi harian. Ia meminta pihak sekolah dan penyelenggara program melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan kualitas makanan tidak hanya berupa formalitas.

Orang tua di Kecamatan Cigalontang, Jafar (30), juga mengikuti klaim. Mereka menilai program MBG harus fokus pada tujuan mendukung kesehatan siswa, bukan hanya menyediakan makanan sederhana. Jafar menekankan bahwa kualitas dan kesesuaian nutrisi harus menjadi prioritas utama.

Kondisi ini menunjukkan kebutuhan pengawasan lebih ketat terhadap implementasi MBG. Semoga evaluasi yang lebih rinci akan memastikan program ini benar-benar menjadi solusi efektif untuk mendukung kesehatan anak di masa mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan