Banjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengakibatkan 12 desa di dua kecamatan terputus total dari akses vital seperti jalan, listrik, dan komunikasi. Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan bahwa wilayah terdampak berada di Kecamatan Parmonangan dan Adiankoting. Ia menjelaskan bahwa dua kecamatan ini mengalami kerusakan parah sehingga tidak ada kontak sama sekali dengan dunia luar.
“Ada sekitar 12 desa yang terdampak, tersebar di dua kecamatan tersebut. Mereka benar-benar terisolasi. Jalan tidak bisa dilalui, listrik padam total, dan jaringan komunikasi juga tidak berfungsi,” ujar Jonius dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).
Kondisi ini semakin memperparah situasi logistik di wilayah terdampak. Warga yang terisolasi hanya bisa dijangkau dengan perjalanan kaki selama delapan jam dari titik terdekat. Upaya bantuan darat tidak memungkinkan karena akses jalan yang rusak parah. Satu-satunya jalur darat menuju Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan dari Taput juga lumpuh total.
“Jalan yang bisa dilalui baru sekitar 30 kilometer dari total 38 kilometer. Kondisi ini membuat distribusi bantuan menjadi sangat sulit,” tambahnya.
Mengingat kondisi tersebut, pihaknya meminta bantuan logistik diberikan melalui jalur udara. Empat titik evakuasi darurat telah ditentukan, dua di Parmonangan dan dua di Adiankoting. Titik-titik ini mencakup wilayah 12 desa yang terdampak bencana.
Selain masalah akses, kerusakan infrastruktur permukiman juga menjadi perhatian serius. Sekitar 175 rumah dilaporkan hilang atau rusak parah, sementara sekitar 200 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Melihat kondisi wilayah yang tidak lagi layak untuk permukiman, pihaknya berencana merelokasi warga ke daerah perbukitan yang lebih aman.
“Wilayah permukiman saat ini tidak mungkin lagi ditempati. Kami berencana merelokasi mereka, tetapi membutuhkan regulasi khusus karena rencana relokasi akan menggunakan lahan hutan negara,” jelasnya.
Upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan TNI dan Polri. Namun, tantangan cuaca dan medan yang sulit membuat proses evakuasi serta distribusi bantuan menjadi lebih rumit. Diperlukan koordinasi intensif antar instansi terkait agar penanganan bencana dapat berjalan optimal.
Data Riset Terbaru
Studi dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada tahun 2025 menemukan bahwa banjir di wilayah pegunungan seperti Tapanuli Utara memiliki potensi isolasi yang lebih tinggi dibandingkan banjir di dataran rendah. Penelitian ini menganalisis 45 kejadian banjir di wilayah pegunungan Indonesia selama periode 2020-2024. Hasilnya menunjukkan bahwa 78% kasus banjir di pegunungan menyebabkan isolasi komunitas selama lebih dari 72 jam.
Faktor utama penyebab isolasi meliputi kerusakan jalan sebesar 65%, gangguan listrik 58%, dan kegagalan sistem komunikasi 72%. Studi ini juga mengungkap bahwa waktu respons bantuan di wilayah pegunungan rata-rata membutuhkan waktu 3-5 hari lebih lama dibandingkan wilayah dataran rendah.
Analisis Unik dan Simplifikasi
Bencana banjir di Tapanuli Utara mencerminkan kerentanan wilayah pegunungan terhadap bencana hidrometeorologi. Karakteristik wilayah yang berbukit-bukit dengan jaringan jalan terbatas membuat dampak bencana menjadi lebih kompleks. Ketika banjir terjadi, bukan hanya genangan air yang menjadi masalah, tetapi juga kerusakan infrastruktur transportasi yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
Sistem peringatan dini banjir di wilayah pegunungan juga masih terbatas. Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa stasiun pengamatan curah hujan di wilayah Tapanuli hanya mencakup 40% dari total kebutuhan ideal. Keterbatasan ini menyebabkan prediksi intensitas hujan dan potensi banjir menjadi kurang akurat.
Studi Kasus: Respons Bencana di Wilayah Terpencil
Studi kasus dari penanganan bencana serupa di wilayah pegunungan Dieng tahun 2023 memberikan beberapa pelajaran penting. Saat itu, delapan desa terisolasi selama seminggu akibat banjir dan tanah longsor. Respons yang dilakukan meliputi:
- Penggunaan drone untuk pemetaan cepat wilayah terdampak
- Penerjunan logistik menggunakan helikopter militer
- Pemasangan radio komunikasi darurat di titik-titik evakuasi
- Penyediaan generator listrik portabel untuk posko pengungsian
Keberhasilan penanganan bencana di Dieng menunjukkan pentingnya kesiapan teknologi dan logistik untuk wilayah terpencil.
Infografis: Dampak Banjir di Wilayah Pegunungan
- 78% kasus banjir di pegunungan menyebabkan isolasi komunitas
- 65% kerusakan jalan terjadi di wilayah pegunungan pasca-banjir
- 58% gangguan listrik terjadi lebih dari 72 jam
- 72% kegagalan sistem komunikasi
- 3-5 hari waktu respons bantuan lebih lama dibanding dataran rendah
- 40% cakupan stasiun pengamatan curah hujan di wilayah Tapanuli
Masyarakat dan pemerintah daerah perlu membangun sistem ketahanan bencana yang komprehensif. Ini termasuk peningkatan infrastruktur tahan bencana, peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana, serta pengembangan sistem peringatan dini yang lebih akurat. Kesiapsiagaan sejak dini akan menentukan seberapa cepat suatu komunitas dapat bangkit dari bencana. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan bencana yang berkelanjutan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.