
TASIK, Thecuy.com – Ekonomi kreatif tidak bisa hanya mengandalkan produk yang laku di pasaran.
Inovasi teknologi, pelestarian budaya, dan kolaborasi lintas sektor menjadi modal dasar agar karya lokal mampu bersaing lebih jauh. Semangat itulah yang diusung Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) Kota Tasikmalaya 2026.
Ajang yang diselenggarakan di Atrium Ground Floor Mall Plaza Asia Tasikmalaya pada Sabtu (17/10/2026) dan berlangsung hingga Selasa (20/10/2026) ini menghadirkan perpaduan seni tradisional, teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Kolaborasi antara Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC GEKRAFS) Kota Tasikmalaya dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dewi Noviyanti, mengatakan PEKRAF 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui subsektor fesyen, kriya, kuliner, dan berbagai bidang lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya. Pelaku usaha kreatif memiliki peran penting sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Melalui PEKRAF, para pelaku usaha diharapkan tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Sebab, kreativitas yang berhenti di ruang pamer tentu belum cukup untuk membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas.
“Melalui PEKRAF ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan produk dan inovasinya. Harapannya, mereka semakin berkembang dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” katanya.
Jangan Biarkan Kebaikan Terpecah! Zikir Bersama Jadi Ikhtiar Satukan Pedagang Pasar Cikurubuk Kota TasikmalayaAMI: Kritisnya Kapan-Kapan!
Dewi menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Ekonomi Kreatif.
Regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum untuk memperkuat pemberdayaan pelaku usaha, pengembangan inovasi, hingga peningkatan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Ketua DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya, Deden Khairul Rizal, menegaskan PEKRAF 2026 bukan sekadar arena pameran dan transaksi jual beli. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara kreativitas, teknologi, dan potensi budaya lokal.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].