Thecuy, setiap hari kita bertemu dengan berbagai karakter berbeda setiap orang. Tak dapat dipungkiri bahwa mungkin kita akan bertemu orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah.
Dalam dunia kerja, orang dengan kecerdasan emosional rendah dapat memengaruhi banyak hal. Mulai dari cara mereka menjalin hubungan sosial, mengatur emosi, hingga proses pengambilan keputusan.
Terkadang perilaku orang dengan kecerdasan emosional rendah tersebut dapat merugikan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah agar kamu tidak terkena dampaknya. Simak selengkapnya di sini, yuk!
1. Sering Memotong Pembicaraan Orang Lain
Gambar ilustrasi yang menggambarkan tindakan memotong pembicaraan / Foto: Magnific.com/freepik
Menurut Positive Leader, tanda rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah adalah suka menyela pembicaraan orang lain. Mereka memotong pembicaraan sebelum orang lain selesai, mendominasi rapat, dan tampak tidak menyadari kontribusi orang lain.
Mereka kurang memiliki kesadaran diri dan kesulitan mengenali kebutuhan komunikasi orang lain. Namun, mendengarkan dengan seksama sebelum berbicara sangat penting. Orang yang terbiasa menyela pembicaraan cenderung tidak disukai banyak orang.
2. Sulit Menerima Kritik
Saran dan kritik dalam dunia kerja merupakan hal yang wajar. Namun, orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali kesulitan menerima kritik tersebut karena merasa bahwa kekurangan dirinya diserang.
Namun, baik menerima saran maupun kritik dapat membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Orang dengan kecerdasan emosional rendah kesulitan melihat kesalahan mereka sendiri. Saat orang lain menyinggungnya, mereka akan bersikap defensif.
3. Kesulitan Mengendalikan Emosi
Gambar ilustrasi yang menggambarkan kemarahan / Foto: Magnific.com
Selanjutnya, cara mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah adalah ketidakmampuan untuk mengatur dan mengendalikan emosi dengan baik. Dilansir dari Psychology Today, mereka bisa bersikap kasar dan meledak marah tanpa alasan pada orang lain di sekitarnya.
Selain itu, mereka mengalami kesulitan untuk membangun hubungan positif dengan rekan kerja. Akibatnya, mereka tidak dapat mempertahankan hubungan baik dengan rekan kerja atau kolega.
4. Mengalihkan Tanggung Jawab Alih-Alih Mengakui Kesalahan
Bekerja sama dengan rekan kerja ber-EQ rendah bisa menguras energi, terutama saat mereka melakukan kesalahan.
Alih-alih mengakui dan bertanggung jawab, mereka cenderung menyalahkan orang lain, keadaan, atau faktor eksternal lainnya. Mereka tidak ingin dirinya menjadi sumber utama kesalahan, meskipun sebenarnya mereka yang salah. Orang dengan kecerdasan emosional rendah lebih suka menyalahkan daripada mengakui kesalahan.
Namun, mengakui kesalahan dapat membantu menyelesaikan masalah dengan benar. Namun, mengambil tanggung jawab untuk mengakui kesalahan terasa mengancam bagi mereka. Hal ini terjadi karena mereka belum mengembangkan keterampilan emosional untuk memisahkan kesalahan dari harga dirinya.
5. Membuat Lelucon yang Melukai Perasaan
Ilustrasi yang menggambarkan seseorang yang membuat lelucon yang menyakiti perasaan / Foto: Magnific.com/diana.grytsku
Laman YourTango menyatakan bahwa orang dengan kecerdasan emosional rendah suka membuat lelucon yang melukai perasaan orang lain. Mereka tidak mengerti bagaimana lelucon tersebut bisa memengaruhi orang lain di sekitarnya.
Hal ini tentu karena kurangnya empati pada diri mereka. Akibatnya, mereka dapat dengan mudah mengolok-olok orang lain tanpa memerhatikan perasaan mereka. Mereka merasa lebih nyaman bertindak tanpa kepekaan.
6. Menghindari Pembicaraan yang Sulit
Karakteristik rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah adalah kecenderungan untuk menghindari pembicaraan sulit. Mereka bisa membatalkan pertemuan, mengirim email alih-alih berbicara tatap muka, hingga menghindari masalah.
Pada akhirnya, penghindaran dengan harapan masalah bisa selesai sendiri justru membuat masalah kecil menjadi besar. Namun, sekecil apa pun masalahnya perlu diselesaikan dengan sebaik mungkin.
7. Rendahnya Empati
Ilustrasi yang menggambarkan seseorang yang kurang memiliki empati / Foto: Magnific.com/katemangostar
Terakhir, rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah memiliki tingkat empati yang rendah. Mereka sering mengabaikan perasaan orang lain dan lebih banyak bertindak berdasarkan ego mereka sendiri.
Bahkan, ketika rekan kerjanya sedang dalam kondisi tidak baik, mereka justru mengabaikan dan tidak memperdulikannya.
Thecuy, itulah beberapa cara untuk mengenali rekan kerja dengan kecerdasan emosional rendah. Bagaimana, kamu pernah menemuinya?
***
Want to be part of the Buzznesia Community where you can join various exciting online and offline events organized by Buzznesia/Beautynesia? This community is open to everyone, both women and men. We also have a special community for those who are still students. Come join the Buzznesia Community. How to join: REGISTER HERE!
(ria/ria)
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.