
PANGANDARAN, Thecuy.com – Rencana peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran mendapat sorotan dari para kepala desa.
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pangandaran meminta pemerintah kabupaten meninjau kembali acara agar lebih sederhana, menyusul keterbatasan anggaran desa dan kesulitan yang dialami masyarakat.
Ketua DPC Apdesi Kabupaten Pangandaran, Dedi Hermawan, mengatakan keberatan tersebut berasal dari kondisi keuangan desa yang semakin terbatas.
Ratusan Barista Kota Tasikmalaya Disertifikasi, Diuji Biar Kopi Enggak Cuma Modal GayaMiras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas Ransel
Sementara itu, ketika pemerintah pusat dan provinsi melakukan penyesuaian dan pemotongan alokasi dana, desa justru dihadapkan pada kebutuhan biaya tambahan untuk turut serta dalam perayaan tahunan tersebut.
“Kas desa saat ini kian menyusut akibat adanya penyesuaian serta pemangkasan alokasi dana, baik dari pemerintah pusat maupun bantuan provinsi,” kata Dedi kepada Radar, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, beban partisipasi dalam Milangkala tidak boleh dipandang enteng. Persiapan latihan paduan suara yang memakan waktu, pembelian seragam, penyediaan konsumsi, hingga keikutsertaan dalam pawai budaya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Biaya operasional partisipasi acara dinilai sangat memberatkan keuangan desa. Anggaran puluhan juta rupiah dipandang tidak realistis di tengah pemangkasan dana,” jelasnya.
Apdesi menilai, dalam kondisi seperti sekarang, penggunaan anggaran perlu lebih mengutamakan kebutuhan mendesak masyarakat.
Beberapa wilayah desa masih mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau, sementara ancaman gagal panen mengintai para petani.
Di sisi lain, fasilitas pelayanan kesehatan juga disebut tengah dipadati pasien seiring meningkatnya jumlah warga yang sakit.
Telkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat SetProyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov Jabar
Situasi tersebut, menurut Dedi, perlu menjadi bahan pertimbangan Pemkab Pangandaran sebelum menggelar perayaan dalam skala besar. Sebab, kemeriahan hari jadi daerah semestinya tidak mengabaikan persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat.
Dedi menegaskan, sikap Apdesi bukan bentuk penolakan terhadap peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran. Pihaknya tetap mendukung pembangunan dan kemajuan daerah, tetapi pelaksanaan perayaan perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan desa serta kondisi warga.
“Komitmen membangun daerah tetap dijaga, namun pelaksanaannya perlu memperhatikan rasa empati dan tenggang rasa terhadap warga,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Apdesi mengusulkan agar Milangkala ke-14 dilaksanakan secara sederhana melalui kegiatan spiritual, seperti istigasah dan doa bersama untuk keselamatan serta pemulihan kondisi daerah.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].