Si jilatan api hanguskan tujuh rumah di Cimerak Pangandaran, hunian bantuan korban tsunami kini tinggal puing-puing.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com — Bencana kembali menimpa warga yang pernah diterpa tsunami Pangandaran.

Ada tujuh rumah di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, yang habis terbakar pada Senin (5/10/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Api menyebar dengan cepat, menghabisi sebagian besar bangunan rumah hingga hampir tak bersisa.

HUT Ke-81 TNI di Kota Tasikmalaya: Ditegaskan Kembali Bahwa Kekuatan Prajurit Harus Tetap Bersama Rakyat Warga Menolak Alih Fungsi 17 Hektare Sawah Setiajaya di Kota Tasikmalaya, Mengingatkan Larangan Gubernur Jawa Barat

Beberapa perlengkapan rumah tangga dan barang berharga warga berhasil diselamatkan sebelum kobaran api membesar.

Sayangnya, tujuh rumah yang terbakar itu merupakan tempat tinggal bantuan pemerintah bagi korban tsunami Pangandaran pada tahun 2006.

Api hampir meluas ke rumah lain. Untungnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih jauh ke bangunan sekitarnya.

Warga Legokjawa bernama Kiki (29) mengatakan rumah yang berhasil diselamatkan tetap mengalami kerusakan pada atap akibat kebakaran.

“Terima kasih Tuhan api bisa cepat dipadamkan, tidak sampai meluas,” ujarnya saat dihubungi.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, seorang wanita pingsan akibat kejadian itu dan kemudian dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Terima kasih Tuhan tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu ibu yang pingsan dan sekarang sudah dibawa ke Puskesmas,” tambah Ahrudin, warga lainnya.

HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Tak Mau Sekadar Seremoni, Viman Dorong City Branding dan 25 Event Kolaboratif. Gebyar Mancing Siliwangi Warnai HUT ke-81 TNI, Kodim 0612 Tasikmalaya Dekatkan Diri dengan Warga

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, langsung mendatangi beberapa keluarga yang rumahnya terdampak kebakaran.

Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama proses pemulihan pasca kebakaran.

“Kami akan memenuhi kebutuhan harian semua korban kebakaran, termasuk makanan dan keperluan lainnya,” katanya.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak balita yang terdampak karena kehilangan tempat tinggal.

“Khususnya balita, kami juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa,” katanya.

Citra mengatakan Pemkab Pangandaran akan berusaha membangun kembali rumah warga yang habis terbakar.

Namun, jumlah bantuan untuk setiap rumah belum ditetapkan karena masih dalam pembahasan.

“Satu rumah akan menerima bantuan untuk rekonstruksi, tetapi jumlah bantuannya belum bisa ditentukan saat ini,” katanya.

Sementara menunggu proses pembangunan, pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga yang terdampak.

Pemkab juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan korban selama masa penanganan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan