Cara Tetap Dekat dengan Orang Tua dan Anak Dewasa

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Hubungan antara orang tua dan anak mungkin terasa berubah ketika anak menjadi dewasa. Ini bukan karena kasih sayang yang berkurang, melainkan karena anak mulai sibuk dengan pekerjaan, pertemanan, dan urusan pribadi mereka sendiri.

Pada tahap ini, orang tua mungkin perlu menyesuaikan cara mereka berkomunikasi dan memberikan perhatian. Tetap dekat tidak berarti harus selalu tahu segala hal atau ikut campur dalam kehidupan anak.

Lalu, bagaimana cara menjaga hubungan dengan anak yang sudah dewasa agar tetap dekat? Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, Thecuy.


1. Mendengarkan Tanpa Menghakimi

Ilustrasi yang menunjukkan orang tua mendengarkan anaknya berbicara/Foto: Pexels/Kaboompics

Ketika anak mulai membicarakan masalahnya, orang tua tidak selalu harus langsung memberikan solusi. Kadang, yang mereka butuhkan hanyalah seseorang yang mau mendengarkan.

Menurut laman Parents, psikolog klinis Karen Molano, PsyD, mendengarkan secara aktif dapat dilakukan dengan mengakui perasaan anak sebelum memberikan saran. Metode ini dapat membuat anak merasa didengarkan dan dipahami.

Misalnya, ketika anak sedang menghadapi masalah di kampus atau pekerjaan, orang tua bisa bertanya tentang perasaannya terlebih dahulu. Pertanyaan sederhana seperti ini memberikan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa merasa dihakimi.

2. Menghargai Batasan dan Privasi Anak

Ilustrasi yang menunjukkan orang tua dan anak dewasa sedang berbincang dengan suasana hangat/Foto: Magnific/zinkevych

Setelah dewasa, anak memiliki ruang pribadi yang mungkin tidak selalu ingin mereka bagikan kepada orang tua. Oleh karena itu, memberikan kepercayaan juga menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa orang tua menghargai kemandiriannya.

Terapis Geena Lovallo-Chiaravalloti, LMFT, menyarankan agar batasan dalam hubungan dibahas bersama. Misalnya, orang tua dan anak dapat menyepakati waktu yang nyaman untuk menelepon atau bertemu.

Dengan demikian, kebutuhan kedua belah pihak tetap dapat diperhatikan tanpa merasa terlalu dikendalikan. Batasan yang sehat juga dapat membantu hubungan keluarga terasa lebih nyaman dan terhindar dari konflik yang tidak perlu.

3. Menghormati Pilihan Anak

Ilustrasi yang menunjukkan orang tua memberi dukungan atas pilihan hidup anaknya/Foto: Pexels/RDNE Stock project

Orang tua mungkin sudah memiliki gambaran tentang masa depan yang dianggap baik untuk anaknya. Mulai dari pilihan karier, tempat tinggal, hingga pasangan hidup, semuanya bisa memiliki ekspektasi tersendiri.

Namun, anak yang sudah dewasa juga memiliki pertimbangan sendiri dan tujuan yang ingin mereka capai. Menghormati pilihan tersebut dapat membantu mereka merasa dipercaya untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Ini bukan berarti orang tua harus selalu setuju dengan setiap keputusan anak. Perbedaan pendapat tetap wajar selama tidak berubah menjadi pertengkaran atau keinginan untuk mengendalikan kehidupan mereka.

Thecuy, mungkin ada kalanya pilihanmu tidak selalu sesuai dengan harapan orang tua. Selama ada saling penghormatan, perbedaan itu tetap dapat diterima dalam keluarga.

4. Membuat Agenda Rutin yang Fleksibel

Ilustrasi yang menunjukkan keluarga sedang menikmati waktu bersama/Foto: Magnific/magnific

Anak yang sudah dewasa biasanya memiliki kesibukan sendiri, entah itu pekerjaan, pasangan, atau kegiatan lainnya. Jadi, waktu untuk bertemu mungkin tidak bisa sesering dulu.

Meluangkan waktu untuk membuat agenda kecil bersama dapat membantu menjaga kedekatan dengan anak dewasa. Bisa makan bersama, menelepon di akhir pekan, atau sesekali pergi liburan.

Yang penting, agenda ini tetap fleksibel dan tidak terasa seperti kewajiban. Jika ada perubahan rencana, tidak perlu dipaksakan agar waktu bersama tetap terasa menyenangkan.

5. Menerima Anak Apa Adanya

Ilustrasi yang menunjukkan ibu dan anak perempuan dewasa sedang berbincang/Foto: Magnific/teksomolika

Anak yang sudah dewasa tentu tidak lagi sama seperti ketika masih kecil. Cara berpikir, sifat, hingga hal-hal yang mereka sukai dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Menurut Jordanne Sculler, LMHC, anak dewasa tetap membutuhkan rasa aman dan dukungan dari orang tua. Namun, dukungan tersebut tetap perlu diberikan dengan menghargai kemandirian dan proses mereka untuk berkembang.

Karena itu, orang tua perlu mengenal anak yang sekarang, bukan terus melihatnya seperti dulu. Berikan ruang agar mereka dapat berkembang dan menjadi diri sendiri.

Thecuy, memiliki kesibukan dan kehidupan masing-masing bukan berarti harus semakin jauh. Dengan tetap saling memahami dan memberikan ruang, hubungan orang tua dan anak tetap dapat terasa dekat.

***

Ingin bergabung dengan Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline menarik yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk semua orang, baik perempuan maupun laki-laki. Kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Ayo, bergabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(author/author)

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan