
PANGANDARAN, Thecuy.com – Proposal untuk rangkaian Milangkala ke-14 di Kabupaten Pangandaran membutuhkan anggaran hampir Rp2 miliar. Dana tersebut akan berasal dari biaya kegiatan rutin di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dari sponsor.
Aep Haris, Asda III Kabupaten Pangandaran sekaligus Ketua Panitia Milangkala, mengatakan bahwa angka Rp1.993.252.050 dalam proposal merupakan total akumulasi berbagai agenda selama rangkaian Milangkala. Namun hampir semua pembiayaan dari APBD bukan dialokasikan khusus untuk Milangkala, melainkan digunakan untuk pembiayaan rutin kegiatan pemerintah.
“Pada kenyataannya, acara Milangkala tidak memiliki anggaran khusus. Tidak ada anggaran dari pemerintah daerah untuk acara utama Milangkala yang seharusnya menjadi puncak acara ini. Ini hanya terlihat besar, padahal itu adalah kegiatan rutin di SKPD yang kami masukkan ke dalam acara Milangkala,” katanya kepada wartawan saat diwawancarai pada hari Kamis (1/10/2026).
Asep MP: Tanyakan ke BKPSDM! Camat Rame-rame Masuk Studio
Sebelumnya, dokumen proposal yang beredar mencantumkan total kebutuhan rangkaian Milangkala sebesar Rp1.993.252.050. Dari angka tersebut, sekitar Rp839,07 juta tercantum sebagai alokasi APBD, sedangkan sekitar Rp1,15 miliar direncanakan berasal dari sumber non-APBD atau sponsorship.
Menurut Aep, konsep tersebut diterapkan karena Milangkala ke-14 bertujuan untuk menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama 14 hari. Berbagai kegiatan yang sudah menjadi program OPD kemudian dimasukkan ke dalam kalender Milangkala.
Contohnya adalah kegiatan seni seperti kuda lumping, yang awalnya direncanakan untuk diadakan menjelang Desember. Kegiatan ini kemudian dimasukkan ke dalam rangkaian Milangkala.
“Misalnya kuda lumping, awalnya akan digelar menjelang Desember, tetapi kami memasukkannya untuk meramaikan agenda Milangkala. Dana untuk ini sudah ada dalam kegiatan promosi wisata,” papar Aep.
Kegiatan lainnya yang dikumpulkan meliputi program pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan kelembagaan.
Di sektor pendidikan, misalnya, berbagai lomba yang sudah menjadi program Disdikpora juga dimasukkan ke dalam rangkaian Milangkala. Begitu pula dengan kegiatan Dinas Kesehatan, seperti lomba antar kecamatan, antar puskesmas, dan kegiatan posyandu.
“Di Disdik ada kegiatan lomba-lomba yang sudah menjadi bagian program. Kami memasukkan kegiatan-kegiatan tersebut. Termasuk di Dinkes ada kegiatan lomba antar kecamatan, antar-puskesmas, posyandu.” tuturnya.
Simsalabim, Cuti Kok Bisa Dilantik! Tiket Prioritas Kursi Dewas!
Bukan hanya kegiatan OPD yang bersifat hiburan atau promosi pariwisata, ia menjelaskan bahwa agenda keagamaan seperti Hari Santri, pengajian, dan ziarah makam tokoh juga dimasukkan sebagai bagian dari rangkaian Milangkala.
Baca juga Berita lainnya di News Page. Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].