Thecuy.com, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026‑2031 pada Rabu, 1 Oktober 2026, di Kantor PBNU, Jakarta. Pengangkatan ini menyusul Muktamar ke‑35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan organisasi.
Struktur Kepengurusan PBNU yang Direvisi
Proses pembentukan struktur kepengurusan PBNU untuk periode 2026‑2031 dilakukan oleh Rais Aam, Ketua Umum, dan tim formatur yang ditunjuk pada Muktamar ke‑35 NU. Tim ini mencakup perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia serta anggota dari provinsi tuan rumah, Jawa Timur. Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menegaskan bahwa seluruh susunan organisasi kini telah lengkap dan siap untuk menjalankan amanah organisasi.
Salah satu perubahan penting ialah pergantian jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU. Gudfan Arif secara resmi ditunjuk sebagai Sekjen, menggantikan Drs. H. Saifullah Yusuf. Jabatan ini memainkan peran strategis dalam melaksanakan tugas administratif dan koordinasi pengurus.
Susunan Pimpinan Utama PBNU
- Ketua Umum: KH. Abdul Hakim Mahfudz
- Wakil Ketua Umum: Drs. H. Saifullah Yusuf, Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron, Prof. H. Ganefri, Ph.D., Dr. Ir. H. Muhammad Lukman Edy, KH. Abdul Ghoffar Rozin, H. Juri Ardiantoro, dan H. Irfan Asyari Sudirman Wahid
- Rais Aam: KH. Miftachul Akhyar
- Wakil Rais Aam: KH. Nurul Huda Jazuli dan beberapa tokoh lainnya
- Sekretaris Jenderal: H. Gudfan Arif
- Wakil Sekretaris Jenderal: H. Nur Hidayat dan sejumlah anggota lainnya
- Bendahara Umum: Prof. Dr. H. Ainun Naim
Peran dan Tanggung Jawab Pengurus Baru
Pengurus baru ini akan bertugas menjalankan berbagai keputusan penting hasil Muktamar ke‑35 NU serta mengelola program‑program strategis organisasi. Diharapkan kepengurusan ini dapat memperkuat posisi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dengan memperhatikan dinamika sosial dan keagamaan di tanah air.
Di samping itu, perubahan pada posisi Sekretaris Jenderal mendapat perhatian khusus karena peran vitalnya dalam koordinasi birokrasi dan administrasi internal PBNU. Pengalaman dan kapasitas Gudfan Arif diharapkan dapat mendukung keberhasilan program‑program PBNU di masa mendatang.
Arti Penting Pengumuman Kepengurusan
Pengumuman ini menandai selesainya proses internal yang cukup panjang setelah Muktamar ke‑35 NU. Dengan struktur pengurus yang telah lengkap, roda organisasi PBNU diharapkan berjalan lebih efektif dan terarah dalam menghadapi tantangan zaman dan kebutuhan umat Islam di Indonesia.
Ketua Umum PBNU menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat keorganisasian, meningkatkan kualitas dakwah, dan memperkuat peran NU dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia.
Baca juga Berita lainnya di News Page
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].