Merasa Tertinggal dari Teman di Usia 30? Cara Menilai Ulang Kemajuan Kariermu

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Sebuah garis start yang berbeda tidak bisa digunakan untuk menentukan siapa yang paling cepat sampai.

Saat istirahat makan siang, kamu membuka LinkedIn dan melihat teman lama yang baru saja dipromosikan menjadi manajer, pindah ke luar negeri, atau membeli rumah, sementara kamu masih meragukan apakah pekerjaanmu saat ini sudah sesuai.

Jika kamu merasa tertinggal, perasaan tersebut mungkin muncul bukan karena kariermu benar-benar stagnan, tetapi karena kamu sedang membandingkan perjalananmu dengan bagian cerita orang lain.

Perasaan ini tetap terasa nyata, terutama ketika kamu mendekati usia 30 tahun dan percakapan sekitar mulai dipenuhi dengan topik tentang promosi, pernikahan, tabungan, atau rencana memiliki anak.

Namun, perasaan tertinggal bukanlah bukti bahwa kamu telah gagal, melainkan sebuah sinyal untuk memeriksa apa yang sebenarnya kamu inginkan dan ukuran kemajuan apa yang kamu gunakan.

Mengapa Perasaan Tertinggal Menjadi Lebih Kuat Saat Membandingkan Diri

Profesional muda melihat ponsel saat jeda makan siang dan merenungkan karier
Prestasi orang lain hanyalah satu bagian dari perjalanan hidup mereka.

Psikolog Leon Festinger menjelaskan bahwa manusia sering menilai kemampuan dan pendapat mereka dengan membandingkan diri dengan orang lain, sebuah konsep yang dikenal dalam pemilihan karier yang tepat untuk memahami pertanyaan tersebut secara lebih jelas.

Kadika juga suka membatasi waktu melihat kabar karier orang lain, bukan karena berita tersebut buruk, tetapi karena perhatiannya lebih berguna saat digunakan untuk merencanakan langkah selanjutnya.

Membangun Ukuran Kemajuan yang Dapat Kamu Kendalikan

Jadwal hidup sering terasa seperti daftar tenggat yang dibuat oleh orang lain: harus naik pangkat sebelum mencapai usia tertentu, memiliki rumah sebelum menikah, atau menemukan pekerjaan impian sebelum usia tiga puluh.

Cobalah mengganti daftar tersebut dengan ukuran yang langsung terkait dengan arah dan kondisi kehidupanmu saat ini.

Kamu bisa menggunakan tiga jenis ukuran: hasil, proses, dan kapasitas.

  • Hasil: seberapa banyak tanggung jawab baru, kenaikan pendapatan, atau proyek yang selesai dalam enam bulan.
  • Proses: seberapa sering kamu meminta masukan, melamar posisi yang sesuai, atau meluangkan waktu belajar setiap minggu.
  • Kapasitas: keterampilan, kepercayaan diri, tabungan, dan energi yang semakin siap untuk langkah berikutnya.

Metrik hasil tetap penting, tetapi metrik proses membantu ketika keputusan rekrutmen atau promosi tidak sepenuhnya berada di tanganmu.

Misalnya, target mendapatkan promosi dalam tiga bulan mungkin dipengaruhi oleh anggaran perusahaan, sementara target mengumpulkan bukti hasil kerja dan berdiskusi dengan atasan lebih dapat kamu kendalikan.

Gunakan periode evaluasi yang masuk akal, misalnya setiap 90 hari, agar kamu tidak menilai karier berdasarkan suasana hati setelah melihat satu unggahan.

Pada akhir periode, catat tiga hal yang kamu pelajari, satu hasil yang kamu capai, dan satu keputusan yang perlu kamu buat berikutnya.

Jika hasilnya belum sesuai harapan, kamu bisa menentukan apakah perlu mengubah strategi, meminta dukungan, atau memberikan waktu lebih lama.

Jika hidupmu sedang mengalami perubahan besar, seperti merawat orang tua atau pulih dari kelelahan, ukuran kemajuanmu mungkin perlu lebih fleksibel untuk sementara waktu.

Ini bukan berarti kamu menyerah, melainkan menyesuaikan target dengan kapasitas nyata agar rencana tetap dapat dijalankan.

Kapan Perasaan Tertinggal Perlu Didengar, Bukan Dilawan

Profesional muda berjalan sendiri sambil merenungkan arah hidup
Istirahat sejenak dapat membantu kamu memilih langkah yang benar-benar kamu inginkan.

Kadang-kadang rasa iri menunjukkan bahwa kamu telah lama mengabaikan hal penting.

Mungkin kamu sebenarnya ingin mencoba bidang baru, tetapi terus bertahan hanya karena takut dianggap terlambat memulai.

Atau kamu menginginkan lingkungan kerja yang lebih sehat, tetapi merasa harus bersyukur karena orang lain tampak lebih sibuk dan sukses.

Perasaan ini layak untuk didengar, tetapi tidak harus langsung diikuti sebagai instruksi untuk berhenti bekerja, pindah kota, atau mengejar semua pencapaian sekaligus.

Berikan jeda sehari, bicarakan dengan orang yang mengenal situasimu, lalu carilah satu percobaan berisiko rendah untuk menguji keinginan tersebut.

Kamu bisa mengikuti kelas singkat, mengobrol dengan orang di bidang yang kamu minati, atau mengambil tugas kecil yang memberikan gambaran tentang pekerjaan tersebut.

Jika perasaan tertinggal berubah menjadi kecemasan terus-menerus, mengganggu tidur, atau membuatmu kesulitan menjalani kegiatan harian, pertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional.

Sebelum menutup halaman ini, coba jawab dengan jujur: pencapaian siapa yang paling sering kamu jadikan patokan akhir-akhir ini, dan kebutuhan apa yang sebenarnya ingin kamu penuhi?

Kemudian pilih satu langkah kecil untuk minggu ini, bukan untuk mengejar orang lain, tetapi agar hidupmu bergerak ke arah yang benar-benar kamu pilih.

Referensi

Bebas dibaca. Kalau membantu, boleh traktir kopi.

	<button type="button" class="dnpst__btn dnpst__btn--subtle" data-dnpst-open="dnpst-1" aria-haspopup="dialog">
						<svg class="dnpst__ico" viewBox="0 0 24 24" width="16" height="16" aria-hidden="true" focusable="false">
				<path fill="currentColor" d="M12 20.7s-7.6-4.6-9.6-8.9C.9 8.3 2.7 5 6 5c2 0 3.3 1.1 4 2.1.7-1 2-2.1 4-2.1 3.3 0 5.1 3.3 3.6 6.8-2 4.3-9.6 8.9-9.6 8.9z"></path>
			</svg>
					<span>Dukung artikel ini</span>
	</button>
</div>

<div class="dnpst-modal" id="dnpst-1" role="dialog" aria-modal="true" aria-label="Terima kasih, ya" hidden>
	
	<div class="dnpst-modal__card" role="document">
		<button type="button" class="dnpst-modal__x" data-dnpst-close aria-label="Tutup">ร—</button>

		<h3 class="dnpst-modal__title">Terima kasih, ya</h3>
						<p class="dnpst-modal__desc">Dukungan sekecil apa pun akan membantu tulisan berikutnya terbit lebih cepat.</p>
		
						<figure class="dnpst-modal__qr">
				<img src="https://www.dwiandikapratama.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260828_055321_795.jpg" alt="Kode QRIS" loading="lazy"/>
										<figcaption>Scan menggunakan aplikasi bank atau e-wallet apa pun</figcaption>
								</figure>
		
		
						<p class="dnpst-modal__foot">Kamu boleh meninggalkan komentar setelah mengirim dukungan, agar aku bisa mengucapkan terima kasih. ^^</p>
				</div>

Baca juga berita lainnya di Halaman Berita. Terima kasih sudah berkunjung ke thecuy. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan