Kenapa Sering Membandingkan Diri? Cara Lepas dari Timeline Hidup Orang Lain

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Kamu tidak ketinggalan.

Kamu hanya melihat hidupmu dari dekat dan hidup orang lain dari atas panggung.

Alasan kita sering membandingkan diri dengan orang lain

Pekerja muda memeriksa ponsel setelah bekerja dan mulai membandingkan pencapaiannya
Rasa perbandingan sering muncul dari satu berita prestasi yang lewat di layar.

Psikolog Leon Festinger menjelaskan fenomena ini lewat teori perbandingan sosial.

Intinya, manusia menilai kemampuan dan pendapatnya dengan membandingkan dengan orang lain, terutama saat belum ada ukuran yang jelas.

Di lingkungan kerja, misalnya, kamu mungkin belum tahu apakah perkembangan kariermu tergolong cepat.

Lalu kamu melihat teman kuliah yang menjadi manajer lebih dulu dan menjadikannya patokan.

Perbandingan bisa membantu jika digunakan untuk belajar.

Kamu mengamati bagaimana rekan memimpin sebuah proyek, lalu mengambil satu kebiasaan yang bisa kamu terapkan.

Tapi perbandingan berubah jadi beban ketika kesimpulannya selalu tentang nilai diri: dia lebih sukses, jadi aku merasa gagal.

Belum tentu.

Kamu hanya sedang membandingkan dua orang yang memiliki kondisi awal, kesempatan, tanggung jawab, dan pilihan hidup yang berbeda.

Jadwal hidup orang lain bukanlah jadwal yang harus kau jalani

Dua jalur berbeda menggambarkan perjalanan hidup dan karier yang tidak harus sama
Jalur yang berbeda tidak otomatis berarti salah satu di antaranya tertinggal.

Bayangkan dua teman yang berusia 30 tahun.

Yang satu baru menjadi manajer setelah bertahun-tahun fokus membangun karier di perusahaan, sementara yang lain memilih pekerjaan yang memberi ruang untuk merawat orang tua.

Dari luar, yang pertama terlihat lebih cepat naik.

Namun angka jabatan tidak bisa menjelaskan beban, prioritas, atau pengorbanan yang disengaja oleh masing-masing orang.

Urutan hidup sering terlihat seperti urutan tetap: lulus, mendapatkan pekerjaan yang baik, promosi, menikah, memiliki rumah, lalu merasa berhasil.

Padahal, urutan itu bukan kontrak yang harus kamu penuhi sebelum mencapai usia tertentu.

Ada orang yang berganti jalur karier di usia 35 tahun, ada juga yang baru menemukan bidang yang cocok setelah mencoba beberapa pekerjaan.

Kadika suka mengingat satu hal: kecepatan bukan satu-satunya ukuran kemajuan.

Mungkin kamu bergerak lebih pelan karena sedang membangun fondasi yang memang kamu butuhkan.

Jika kamu sedang mencari arah, bukan hanya mengejar tanda sukses yang terlihat, baca juga peta untuk memaksimalkan potensi agar kamu bisa menilai pilihan berdasarkan kekuatan dan kebutuhanmu sendiri.

Mengenali perbandingan yang membantu dan yang menguras

Profesional mencatat refleksi karier sambil menjauhkan ponsel dari dirinya
Istirahat sejenak bisa membantu mengubah rasa iri menjadi petunjuk.

Tidak semua rasa iri harus ditekan atau disangkal.

Kadang, rasa iri memberikan petunjuk tentang hal yang sebenarnya kamu inginkan.

Misalnya, kamu melihat teman bekerja dari luar kota dan merasa iri.

Coba tanyakan hal yang lebih spesifik: apakah kamu menginginkan pekerjaannya, kebebasan lokasinya, atau kendali yang lebih besar atas jadwalmu?

Jawaban tersebut bisa mengubah rasa iri menjadi informasi.

Mungkin kamu tidak ingin berhenti, tetapi ingin mengajukan satu hari kerja jarak jauh setiap minggu.

Perbandingan yang sehat membuatmu berpikir, Apa yang bisa aku pelajari dari pilihannya?

Perbandingan yang menguras membuatmu berpikir, Apa yang salah denganku?

Perhatikan juga efeknya setelah kamu melihat unggahan atau mendengar kabar pencapaian seseorang.

Jika kamu terdorong untuk menyusun langkah, perbandingan itu mungkin berguna.

Jika kamu merasa kecil dan kehilangan fokus, ada baiknya mengambil jarak.

Tips berhenti membandingkan diri tanpa mematikan ambisi

1. Batasi pemicu yang membuat pikiran jadi ribut

Tujuannya bukan berhenti peduli pada perkembangan orang lain.

2. Ganti ukuran dengan perkembanganmu sendiri

Pilih tiga hal yang penting dalam pekerjaanmu sekarang, misalnya kualitas hasil, kemampuan komunikasi, dan jumlah tanggung jawab yang bisa kamu tangani.

Catat posisi awalmu hari ini, lalu cek lagi setelah 30 hari.

Contohnya, bulan ini kamu menyelesaikan satu presentasi untuk klien, sedangkan bulan depan kamu mulai memimpin pembahasannya.

Perubahan seperti itu mungkin tidak terlihat semegah promosi di media sosial, tetapi tetap menunjukkan perkembangan nyata.

3. Ubah rasa kagum menjadi pertanyaan praktis

Saat melihat pencapaian orang, pilih satu pertanyaan yang bisa membawamu ke tindakan: keterampilan apa yang ia kuasai, proyek seperti apa yang membantunya berkembang, atau siapa yang memberikan umpan balik?

Jika memungkinkan, tanyakan langsung dengan sopan.

Kamu bisa bilang, “Aku tertarik dengan cara kamu memimpin proyek itu, ada satu kebiasaan yang paling membantu?”

Tidak perlu menjadikannya mentor secara tiba-tiba.

Satu jawaban konkret sudah cukup untuk membantumu belajar tanpa menyalin seluruh jalur hidupnya.

4. Tulis definisi sukses versi dirimu sendiri

Ambil kertas dan lengkapi kalimat ini: Dalam 12 bulan ke depan, aku ingin pekerjaanku memberiku…

Isi dengan hal yang bisa kamu rasakan, seperti penghasilan yang lebih stabil, tantangan yang sehat, waktu bersama keluarga, atau ruang belajar yang jelas.

Pilih dua prioritas saja.

Jika semuanya masuk daftar, kamu akan kembali mengejar banyak standar sekaligus.

Setelah itu, tentukan satu tindakan kecil untuk minggu ini, misalnya meminta umpan balik dari atasan, memperbarui portofolio, atau menolak satu tugas tambahan yang tidak sejalan dengan prioritasmu.

Bangun timeline yang bisa kamu pertanggungjawabkan

Pekerja menyusun target karier dan langkah perkembangan di atas meja kerja
Target yang konkret membantu kamu mengukur kemajuan dengan ukuran sendiri.

Jika targetmu adalah promosi, ubah target itu menjadi hal yang bisa dibahas dan diukur.

Kamu bisa bertanya kepada manajer tentang dua atau tiga kemampuan yang perlu ditunjukkan dalam kuartal berikutnya.

Lalu sepakati bukti kemajuan tersebut.

Misalnya, kamu memimpin satu proyek lintas tim, menyusun proses kerja yang menghemat waktu, atau membimbing rekan baru selama tiga bulan.

Langkah ini lebih berguna daripada sekadar berkata pada diri sendiri, “Aku harus lebih sukses tahun ini.”

Di saat yang sama, sisakan ruang untuk mengubah rencana.

Hidupmu bukan proyek yang gagal hanya karena jadwalnya bergeser.

Hehehe, bahkan rencana karier yang paling rapi pun kadang kalah cepat dari satu email mendadak atau keputusan keluarga yang penting.

Yang bisa kamu kendalikan adalah cara mengambil keputusan berikutnya, bukan setiap perubahan yang datang.

Jadi, saat melihat seseorang tampak lebih maju, berhenti sebentar sebelum menjadikan kabarnya sebagai ukuran dirimu.

Tanyakan: bagian mana yang benar-benar aku inginkan, dan langkah kecil apa yang masuk akal untuk kondisiku sekarang?

Jawabanmu mungkin bukan mengejar jabatan yang sama.

Mungkin justru kamu ingin pekerjaan yang lebih sehat, keterampilan baru, or keberanian untuk meminta ruang berkembang.

Coba tulis satu hal yang kamu pelajari dari perbandingan terakhir, lalu satu tindakan yang akan kamu pilih untuk dirimu sendiri minggu ini.

Bisa dibaca gratis. Jika membantu, boleh traktir kopi.

<button type="button" class="dnpst__btn dnpst__btn--subtle" data-dnpst-open="dnpst-1" aria-haspopup="dialog">
						<svg class="dnpst__ico" viewBox="0 0 24 24" width="16" height="16" aria-hidden="true" focusable="false">
				<path fill="currentColor" d="M12 20.7s-7.6-4.6-9.6-8.9C.9 8.3 2.7 5 6 5c2 0 3.3 1.1 4 2.1.7-1 2-2.1 4-2.1 3.3 0 5.1 3.3 3.6 6.8-2 4.3-9.6 8.9-9.6 8.9z"></path>
			</svg>
					<span>Bantu tulisan ini</span>
</button>

Lihat juga Berita lainnya di News Page

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan