
TASIKMALAYA, Thecuy.com–Penutupan akses jalan utama dalam proses penataan Dadaha belum bisa diterima oleh publik, khususnya pengendara. Pengguna kendaraan pribadi termasuk angkutan umum memilih pakai jalur tikus ketimbang jalan alternatif utama.
Tim penataan sengaja menutup akses jalan utama dengan alasan agar keramaian bisa terpecah ke jalur lingkar. Dengan ekspektasi, PKL tidak menumpuk di jalur tersebut dan jalur lingkar bisa lebih ramai.
Di lapangan, penutupan jalan dinilai tidak konsisten karena sebagian pengendara masih bisa melewati rute tersebut. Selain itu, sejumlah kendaraan justru mengambil jalur belakang GGM, memasuki jalan kecil di sekitar lapangan tenis, dan berlanjut ke area belakang Gedung Creative Center (GCC).
Kadin Bersatu Dalam Satu Meja Tiga Orang Yang Dulunya Beda! Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
Penerapan sistem satu arah juga dinilai belum berjalan secara optimal. Arus kendaraan dari berbagai akses masih digunakan layaknya dua arah baik di jalur stadion maupun SD Dadaha.
Ketua FORSIL RTRW Tasikmalaya, Deden Tazdad mengatakan penutupan jalan tidak cukup hanya dilakukan dengan memasang pembatas atau mengalihkan arus kendaraan. Tetapi harus disertai pengaturan lalu lintas yang jelas supaya lalu lalang kendaraan bisa teratur..
“Penutupan jalan utama tentu memiliki konsekuensi terhadap pola pergerakan masyarakat. Ketika jalur utama ditutup, pengguna jalan akan mencari alternatif. Kalau tidak diatur dengan baik, yang muncul bisa berupa kesemrawutan, konflik antar-pengguna jalan, hingga persoalan keselamatan,” ujar Deden.
Beliau menilai bahwa penggunaan jalan-jalan kecil dan area yang sebelumnya bukan jalur utama kendaraan menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat setelah akses utama ditutup.
Kendaraan roda dua maupun roda empat, kata dia, kini memanfaatkan sejumlah akses alternatif di sekitar GGM dan area parkir GCC untuk melintas. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena terdapat aktivitas masyarakat, kendaraan yang keluar-masuk, serta pejalan kaki di kawasan yang sama.
“Jangan sampai area yang sebenarnya bukan jalur lalu lintas utama kemudian menjadi akses kendaraan secara terus-menerus tanpa adanya pengaturan yang jelas. Ini berpotensi menimbulkan titik rawan baru,” katanya.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].