Kamu sudah memilih tempat kencan, sudah menentukanoutfit terbaik, tetapi ada satu hal yang sering bikin panik: “Bagaimana kalau nanti kehabisan bahan obrolan?”
First date dapat terasa menyenangkan sekaligus sedikit menegangkan, apalagi kalau baru pertama kali bertemu dan belum terlalu tahu banyak tentang satu sama lain. Sebenarnya, kamu tidak perlu menyiapkan puluhan pertanyaan agar obrolan terus berjalan.
Topik sederhana seperti makanan favorit atau hobi bisa menjadi awal percakapan yang kemudian berkembang ke cerita yang lebih personal. Yang penting, jangan hanya sibuk bertanya, tetapi ikut berbagi cerita agar percakapannya terasa seperti ngobrol, bukan wawancara.
Lalu, topik apa yang bisa membuat hubungan lebih nyambung dan tidak canggung?
1. Makanan dan Tempat Kuliner
Ilustrasi perempuan dan tempat kuliner/Freepik: senivpetro
Kamu bisa mulai dengan pertanyaan sederhana seperti, “Kalau lagi pengin makan enak, biasanya kamu cari makanan apa?” Dari sana, obrolan bisa berkembang ke restoran favorit, makanan yang ingin dicoba, sampai pengalaman kuliner yang pernah dialami.
Menurut The Gottman Institute, topik ringan seperti hobi dan kesukaan dapat menjadi awal percakapan saat kencan sebelum obrolan menjadi lebih dalam. Mereka juga menyarankan untuk menggunakan pertanyaan terbuka agar lawan bicara memiliki ruang untuk berbagi lebih banyak.
2. Hobi dan Hiburan
Ilustrasi perempuan melakukan hobi/Freepik: magnific
Coba tanyakan apa yang biasanya dia lakukan ketika sedang memiliki waktu luang. Misalnya, apakah dia lebih suka menonton film, mendengarkan musik, berolahraga, bermain game, membaca, atau hanya berjalan-jalan?
Membicarakan hobi dan kehidupan sehari-hari adalah salah satu cara untuk mulai mengenal pasangan ketika berkencan. Mereka juga menyarankan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan berdasarkan jawaban lawan bicara agar percakapan tidak terasa seperti daftar pertanyaan.
3. Perjalanan dan Liburan
Ilustrasi liburan/Freepik: magnific
Kamu bisa bertanya, “Kalau bisa liburan sekarang, kamu pengin pergi ke mana?” atau membahas perjalanan paling berkesan yang pernah dilakukan. Dari satu pertanyaan, obrolan dapat berkembang ke makanan, budaya, pengalaman lucu, hingga tempat impian.
Membicarakan pengalaman petualangan dan hal-hal baru yang pernah dilakukan dapat menjadi bahan percakapan untuk mengenal seseorang lebih jauh. Pertanyaan tentang pengalaman paling berkesan juga dapat membantu percakapan berkembang secara alami.
4. Pengalaman Menarik
Ilustrasi pengalaman menarik/Freepik: magnific
Daripada bertanya, “Kamu orangnya seperti apa?”, coba minta dia menceritakan pengalaman tertentu. Misalnya, “Apa hal paling seru yang pernah kamu lakukan?” Setelah dia menjawab, kamu bisa berbagi pengalamanmu sendiri.
Pertanyaan terbuka dan pertanyaan lanjutan dapat membantu seseorang bercerita lebih banyak tentang pengalaman, pikiran, dan perasaannya. Cara ini juga membuat percakapan terasa lebih alami karena kamu mengikuti cerita yang sedang dibahas, bukan sekadar berpindah dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain.
5. Pekerjaan dan Hal yang Sedang Ditekuni
Ilustrasi pekerjaan/Freepik: magnific
Tidak perlu berhenti pada pertanyaan “Kerja di mana?” Kamu bisa melanjutkan dengan pertanyaan seperti, “Bagian yang paling kamu suka dari pekerjaanmu apa?” atau “Belakangan ini lagi sibuk mengerjakan apa?”
Menurut The Gottman Institute, pekerjaan adalah salah satu topik yang dapat dibicarakan untuk mengenal pasangan lebih jauh, termasuk bagaimana seseorang memandang pekerjaannya dan bagaimana ia melihat masa depannya.
6. Impian dan Hal yang Ingin Digapai
Ilustrasi perempuan menginginkan sesuatu/Freepik: magnific
Kamu tidak harus langsung membicarakan pernikahan atau rencana hidup yang serius. Coba mulai dengan, “Ada sesuatu yang ingin banget kamu capai beberapa tahun ke depan?” Jawabannya bisa tentang pekerjaan, pendidikan, bisnis, traveling, keluarga, atau hal sederhana lainnya.
Harapan dan impian adalah topik penting dalam membangun hubungan karena dapat membantu pasangan memahami apa yang dianggap penting oleh satu sama lain. Mereka juga menekankan bahwa percakapan yang bermakna tidak harus menunggu sampai hubungan menjadi serius.
Topik yang Perlu Dihindari:
Ilustrasi introgasi/Freepik: drobotdean
Yang pertama adalah membicarakan mantan sebenarnya bukan topik yang secara mutlak dilarang, tetapi mengorek hubungan masa lalu secara mendalam pada kencan pertama bisa membuat suasana kurang nyaman. Kamu tidak perlu langsung bertanya alasan putus, membandingkan diri dengan mantan, atau meminta cerita detail tentang hubungan sebelumnya.
Ada pula tentang politik, agama, keuangan, dan nilai hidup sebenarnya bukan topik yang harus selalu dihindari, terutama jika tujuannya mencari pasangan serius. Namun, waktu dan cara membahasnya perlu disesuaikan. Selain itu, jangan sampai kencan pertama terasa seperti wawancara kerja. Menanyakan banyak hal secara berturut-turut tanpa memberikan kesempatan untuk bercerita bisa membuat lawan bicara merasa sedang diperiksa.
Menurut The Gottman Institute, percakapan yang lebih bermakna sebaiknya dibangun berdasarkan rasa ingin tahu dan kondisi yang membuat kedua orang merasa aman dan nyaman untuk berbagi. Karena itu, topik pribadi sebaiknya mengikuti tingkat kenyamanan masing-masing, bukan dipaksakan sejak awal.
__
Ingin jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara online dan offline menarik yang diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk mahasiswa. Yuk, bergabunglah ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.