Thecuy, kamu mungkin pernah merasa berada di tengah pusat perbelanjaan, lalu bertemu seorang teman lama dari sekolah. Kamu menyapanya dan kalian mengobrol sebentar.
Setelah basa-basi, kamu ingin mengakhiri pembicaraan karena ada kegiatan lain yang harus dilakukan. Namun kamu bingung bagaimana cara mengakhiri percakapan tak terduga itu tanpa membuatnya jadi canggung. Kamu pun mulai merasa gelisah dan bingung harus berkata apa. Pernahkah kamu mengalami situasi ini, Thecuy?
Mengakhiri percakapan dengan sopan memang bisa jadi cukup menantang bagi sebagian orang. Kamu tentu tidak ingin terlihat kasar hanya karena ingin mengakhiri pembicaraan tersebut.
Nah, menurut pakar etiket, ada kalimat khas yang biasa digunakan orang dengan IQ tinggi saat ingin mengakhiri pembicaraan dengan sopan. Yuk, cari tahu penjelasannya di bawah ini!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="323690" dtr-ttl="Menurut Pakar, Ini Kalimat yang Diucapkan Orang dengan IQ Tinggi untuk Mengakhiri Basa-Basi dengan Sopan" onclick="_pt(this)" readability="28.748906386702">
<h2 class="fw-bold fs-5">Menurut para ahli, berikut kalimat yang biasa diucapkan oleh orang berIQ tinggi untuk mengakhiri percakapan dengan sopan</h2>
<div>
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/31/menurut-pakar-ini-kalimat-yang-diucapkan-orang-dengan-iq-tinggi-untuk-mengakhiri-basa-basi-dengan-sopan-1788148857180.jpeg?w=700&q=90" alt="Jo Hayes, seorang CEO, pakar etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta ahli patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat andalan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah " mohon lawan saya harus pergi. senang sekali bisa mengobrol kalimat tersebut dan title="Jo Hayes, seorang CEO, pakar etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta ahli patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat andalan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah "/>
<p>Foto: Magnific.com</p>
</div>
<p>Jo Hayes, seorang CEO, pakar etiket dengan pengalaman 13 tahun, serta ahli patologi wicara, mengatakan bahwa kalimat andalan orang IQ tinggi untuk mengakhiri basa-basi secara sopan adalah "Mohon maaf, [nama lawan bicara]. Saya harus pergi. Senang sekali bisa mengobrol denganmu." Kalimat tersebut santun, jelas, dan ringkas.</p>
“Kalimat itu memuat permintaan maaf, yang seketika ‘melunakkan kesan’ saat mengakhiri percakapan,” jelasnya kepada Parade.
“Pesan yang disampaikan jelas, yaitu bahwa seseorang harus segera mengakhiri pembicaraan. Selain itu, kalimat tersebut ditutup dengan ungkapan ramah yang menunjukkan rasa senang atas interaksi dengan lawan bicara,” tambahnya.
Selain itu, menyebut nama lawan bicara ternyata lebih penting daripada yang mungkin kamu sadari, Thecuy. Menurut Hayes, orang lain senang ketika mendengar nama mereka disebut. Hal ini membuat mereka merasa diperhatikan dan diakui keberadaannya.
Tips untuk mengakhiri percakapan santai tanpa merasa canggung
Tips untuk Mengakhiri Obrolan Ringan Tanpa Terasa Canggung / Foto: Magnific.com
1. Manfaatkan bahasa tubuh
Gerakan kecil bisa menjadi isyarat sosial. Hayes menyarankan untuk mulai berbalik atau beranjak pergi.
“Jangan sampai gerakannya terlalu mencolok hingga terkesan kasar atau canggung, tetapi cukup jelas agar lawan bicara menangkap isyarat sosial bahwa mereka sebaiknya menyudahi pembicaraan dan membiarkan percakapan berakhir,” ujarnya.
Jika mereka tidak menangkap isyarat tersebut, setidaknya kamu sudah memiliki celah untuk mengucapkan kalimat penutup yang disebutkan sebelumnya.
2. Masukkan sedikit referensi tentang percakapan tersebut
Kamu juga bisa memodifikasi kalimat andalan Hayes tadi untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar menyimak pembicaraan. Ia memberikan contoh berikut: “Senang bisa mengobrol dengan Anda, [nama lawan bicara]. Saya harus lanjut beraktivitas, tapi selamat menikmati permainan golfnya.” Respons seperti ini dapat membuat seseorang merasa dihargai dan didengarkan.
3. Sertakan jabat tangan
Jika kamu tipe orang yang terbiasa berjabat tangan, Hayes menyarankan untuk mengulurkan tangan tepat saat kamu mengucapkan kalimat penutup pilihanmu. Menurutnya, hal ini menunjukkan kehangatan dan membangun kedekatan personal.
“Mereka berjabat tangan dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang lengan atas lawan bicara,” katanya. “Sekali lagi, ini memancarkan kehangatan dan mencairkan suasana canggung yang mungkin timbul saat harus mengakhiri percakapan.”
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(naq/naq)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.