
TASIKMALAYA, Thecuy.com –-Pengembangan potensi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Keterampilan nonakademik pun menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Salah satunya personal branding serta keterampilan public speaking yang dikupas kelompok Mahasiswa KKN Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) Kecamatan Rajapolah yang turut mengasah kemampuan Siswa SMK N Rajapolah dalam hal komunikasi publik, keberanian tampil serta membangun citra diri.
Hal itu dikupas melalui Seminar Pengembangan diri dengan menghadirkan member Beauty Muslimah Indonesia, Asri Salimah. Perempuan yang juga mahasiswa tingkat akhir UNITAS itu mengungkapkan cara pandang serta pengalamannya dalam membangun kepercayaan diri, menggali potensi diri dan membentuk personal branding yang positif.
Taktik Pemicu Polemik! Penutupan Jalur Utama Dadaha Tasikmalaya Rawan Mendatangkan PKL BaruJika Uji Coba E-Retribusi Pemkot Tasikmalaya Berhasil, Vendor Parkir Wajib Ikut Terapkan Digitalisasi
Dijelaskan bahwa personal branding bukan sekadar penilaian orang lain terhadap diri, namun juga bagaimana seseorang mengenali dirinya sendiri. Dengan begitu seseorang mampu membangun karakter positif secara konsisten dengan potensi diri yang dimiliki.
Di samping itu, para siswa juga diajak untuk menyampaikan gagasannya dalam berbagai hal. Sesi tersebut menjadi pendorong keberanian dan juga kemampuan komunikasi siswa serta membangun mentalitasnya tampil di publik.
Tidak selesai di situ, Mahasiswa KKNI UNITAS Rajapolah memberikan ruang para siswa menunjukkan potensi dan bakat mereka melalui kegiatan Go Talent atau Unjuk Kabisa. Di momen ini para siswa menampilkan keterampilannya dari mulai tarik suara, puisi hingga fashion show.
Ketua KKN UNITAS Kecamatan Rajapolah, Pitri Laisa mengatakan bahwa seminar dan Go Talent atau Unjuk Kabisa dirancang sebagai satu rangkaian yang saling berkaitan. Sehingga pemahaman siswa hasil dari seminar bisa langsung diuji. “Kami hadirkan sebagai tindak lanjut dari seminar,” ujar Pitri Laisa.
Menurut Pitri, setiap siswa memiliki potensi yang berbeda. Hanya saja tidak semua siswa memiliki kesempatan atau keberanian untuk menunjukkannya karena kurangnya rasa percaya diri atau belum mengenali potensinya. Maka diperlukan ruang yang dapat mendorong mereka untuk keluar dari rasa takut dan mulai percaya terhadap kemampuan diri sendiri.
“Kami percaya setiap anak punya ‘kabisa’-nya masing-masing. Ada yang bisa menyanyi, menari, membaca puisi, berjalan di atas panggung, atau memiliki kemampuan lain yang mungkin belum terlihat. Tugas kita bukan menentukan mereka harus menjadi apa, tetapi memberikan ruang agar mereka berani mencoba dan menemukan sendiri potensi yang mereka punya,” tuturnya.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].