
TASIKMALAYA, Thecuy.com — Sepanjang 2017–2025, ada hal menarik yang tampak pada APBD Kota Tasikmalaya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan kenaikan, namun total pendapatan daerah justru mengalami penurunan.
Di tengah situasi tersebut, satu angka bergerak sangat yakin: Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). TPP malah melonjak tajam, terutama pada periode 2024–2025.
Jika APBD diibaratkan sebagai tubuh, maka PAD adalah salah satu sumber energinya. Sebaliknya, TPP adalah komponen yang memanfaatkan energi tersebut untuk membiayai birokrasi.
Mahasiswa KKN UNITAS Rajapolah Tasikmalaya Mengembangkan Diri dan Kemampuan Komunikasi Publik Siswa SMKTatik, Menciptakan Kontroversi! Penutupan Jalur Utama Dadaha Tasikmalaya Berpotensi Menarik Pedagang Kaki Lima Baru
Pertanyaannya sederhana. Jika sumber energi hanya sedikit meningkat, mengapa konsumsi energi melonjak jauh lebih besar?
Pemerhati Anggaran, Nandang Suherman melihat situasi ini sebagai indikasi menyempitnya Kapasitas Fiskal Daerah (KFD). “Kapasitas fiskal daerah sedang menyusut atau menurun,” kata Nandang.
Apa artinya? Kemampuan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk membiayai program pembangunan semakin berat. Ini bukan karena PAD tidak tumbuh. PAD justru cenderung meningkat.
Masalahnya adalah pertumbuhan PAD ini harus berhadapan dengan kebutuhan belanja aparatur yang meningkat lebih agresif.
Ini membuat TPP menjadi menarik. PAD bukan satu-satunya sumber pendapatan daerah. Namun, PAD sangat penting karena berasal dari kemampuan daerah menghasilkan pendapatan sendiri.
Sumber PAD antara lain adalah pajak dan retribusi daerah. Ada PBB. Ada BPHTB. Ada pajak barang dan jasa tertentu, termasuk penerangan jalan.
Dengan kata lain, di balik angka PAD terdapat aktivitas ekonomi masyarakat Tasikmalaya. Ada rumah yang membayar PBB. Ada transaksi tanah dan bangunan yang menghasilkan BPHTB. Ada aktivitas masyarakat yang menghasilkan pajak daerah.
Jika program percontohan e-retribusi Pemerintah Kota Tasikmalaya berhasil, vendor parkir wajib menerapkan digitalisasi. Dari pagi hingga malam, warga MPCR Tasikmalaya merayakan kemerdekaan dengan kreatif, rukun, dan gembira.
Semua ini kemudian masuk ke kas daerah. Masyarakat sering mendengar bahwa PAD digunakan untuk pembangunan.
Memang benar. Namun APBD memiliki banyak kebutuhan, termasuk membayar TPP aparatur. Maka muncul pertanyaan lebih mendasar: Seberapa besar PAD yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat akhirnya kembali menjadi belanja pembangunan, dan seberapa besar terserap untuk membiayai aparatur?
Nandang mengamati bahwa tren TPP yang agresif perlu mendapat perhatian. Hal ini karena pertumbuhan TPP pada 2024–2025 jauh melampaui pertumbuhan PAD. 91,2 Persen
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].