Thecuy, pernahkah menekan tombol “send” pada email lalu menyesal beberapa detik kemudian? Atau pernahkah tiba-tiba menyetujui tugas tambahan dalam meeting padahal kamu sebenarnya ingin menolaknya?
Menurut leadership coach Aiko Bethea, dikutip dari CNBC, hal seperti ini bisa terjadi ketika kita terlalu sering bereaksi secara otomatis. Dalam kesibukan kerja, kamu mungkin langsung membalas pesan, menyampaikan pendapat, atau menyetujui permintaan tanpa memberi waktu pada diri sendiri untuk berpikir lebih matang.
Sekarang, sebelum kamu bertindak, ada tiga hal yang bisa kamu gunakan sebagai pedoman agar lebih sadar saat ingin membalas email atau berbicara dalam meeting. Yuk, simak di bawah ini!
Jangan buru-buru bilang setuju, ingat dulu apa yang benar-benar kamu hargai
![]() Jangan Asal Setuju/Foto: magnific |
Sebelum mengucapkan sesuatu atau membuat keputusan, coba renungkan dulu apa yang benar-benar penting buat kamu. Misalnya, kamu menganggap pekerjaan yang bermakna sebagai prioritas dalam kariermu. Namun, kamu sering dapat proyek yang kurang sesuai dengan minatmu.
Saat atasan menawarkan tugas baru lagi, kamu mungkin langsung menjawab, “Ya, saya kerjakan,” terutama jika kamu dikenal jarang menolak. Padahal, itu belum tentu keputusan yang benar-benar kamu inginkan.
Dengan bertanya “Apa yang benar-benar saya hargai?” kamu punya kesempatan untuk mempertimbangkan pilihan lain, seperti berdiskusi tentang pembagian tugas atau mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan tujuanmu.
Teknik ini membantu memastikan keputusan yang diambil tetap selaras dengan prinsip dan kebutuhan pribadimu. Memang ada situasi di mana kamu tidak bisa menolak pekerjaan, tetapi kamu tetap bisa memberikan respons dengan lebih sadar daripada langsung setuju dan kemudian merasa terbebani.
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Pertimbangkan Dampak dari Setiap Perkataanmu" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="323088" dtr-ttl="Pertimbangkan Dampak dari Setiap Perkataanmu" onclick="_pt(this)" readability="24.716386554622">
<h2 class="fw-bold fs-5">Pertimbangkan Dampak yang Mungkin Ditimbulkan oleh Setiap Ucapanmu</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/09/pertimbangkan-dampak-dari-setiap-perkataanmufoto-magnifickamranaydinov-1786792624747.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
<p>Pertimbangkan Dampak dari Setiap Perkataan yang Kamu Ungkapkan/Foto: magnific/KamranAydinov</p>
</div>
<p>Setiap perkataan dapat berpengaruh, baik saat berbicara langsung maupun melalui email atau pesan. Oleh karena itu, pertimbangkan juga bagaimana orang lain mungkin akan menanggapi ucapanmu.</p>
Contohnya, kamu merasa kesal dengan pekerjaan rekan satu tim dan menyampaikan kritik dengan nada yang tegas. Setelah percakapan selesai, kamu menyadari bahwa nada bicaramu terdengar lebih marah daripada yang kamu maksud.
Untuk menghindari hal ini, tentukan dulu hasil yang kamu inginkan sebelum berbicara. Tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana saya ingin percakapan ini berakhir?”
Lalu, sesuaikan pilihan kata, nada bicara, dan cara kamu menyampaikan pesan. Jika tujuanmu adalah agar rekan kerja memahami masalah, misalnya, mengungkapkan kekesalan dengan nada tinggi justru bisa membuat mereka bersikap defensif.
Pahami Peran yang Kamu Miliki dalam Setiap Situasi
Pahami Peran yang Kamu Mainkan dalam Setiap Situasi/Foto: magnific
Memahami diri sendiri penting untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan orang lain, dan peran ini bisa berbeda tergantung situasi. Kamu mungkin perlu minta maaf atas kesalahan atau mendengarkan kritik tanpa langsung membela diri.
Saat kamu menyampaikan data yang salah dalam meeting, tanggung jawabmu adalah mengakui kesalahan dan memikirkan langkah untuk memperbaikinya.
Makanya, pertanyaan “Apa peran saya dalam situasi ini?” dapat membantumu melihat masalah secara lebih utuh. Kamu menjadi lebih siap untuk mengakui kesalahan, menerima sudut pandang orang lain, dan memperbaiki hubungan jika diperlukan.
Jadi, Thecuy, saat kamu akan mengirim email yang sensitif, menghadapi pertemuan dengan atasan, atau merespons permintaan dari rekan kerja, coba tanyakan tiga hal ini:
- Apa yang benar-benar saya hargai dalam hal ini?
- Dampak seperti apa yang ingin saya ciptakan dengan ucapan atau tindakan saya?
- Apa peran yang harus saya mainkan dalam situasi ini?
Dengan menerapkan kebiasaan ini, kamu dapat lebih sadar dalam memilih kata-kata dan membuat keputusan. Seiring waktu, proses berpikir ini juga dapat membantumu menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang dan terarah.
***
Ingin bergabung dengan Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(naq/naq)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.
