Audio dan InstaFrame
Peningkatan kualitas audio terlihat pada sistem mikrofon baru 360 derajat yang sudah dilengkapi fitur anti-angin. Berbeda dengan X5 yang menggunakan sistem audio spasial dengan empat mikrofon, pengujian menunjukkan bahwa suara X6 terdengar lebih jernih dan noise akibat angin lebih terkontrol.
Walaupun demikian, mikrofon internal ini masih belum dapat menggantikan mikrofon eksternal untuk keperluan produksi profesional. Hasilnya sudah cukup memadai untuk rekaman kasual, saat bepergian, maupun aktivitas luar ruang yang sering menghadapi angin.
InstaFrame 2.0 meningkatkan fleksibilitas kamera ini untuk vlogging. Fitur ini dapat menjaga subjek tetap di dalam bingkai melalui pelacakan subjek dan mempertahankan garis horizon meskipun orientasi kamera berubah. Pengguna juga dapat menghasilkan video flat dengan bingkai otomatis sehingga pengalaman penggunaannya mirip dengan kamera vlogging yang menggunakan gimbal.
X5 sebenarnya sudah memiliki InstaFrame, tetapi versi 2.0 pada X6 menghadirkan sistem pelacakan yang lebih baru dan dikombinasikan dengan kemampuan video yang lebih baik. Dengan demikian, pengguna tidak hanya dapat mengambil video 360 derajat tetapi juga membuat konten dengan bingkai yang lebih praktis.
AI dan Editing
Salah satu fitur perangkat lunak baru yang menarik adalah AI Director, yang dapat menganalisis rekaman dan melakukan proses penyuntingan secara otomatis. Fitur ini juga dapat membuat draf video yang dapat ditinjau ulang oleh pengguna.
Sistem Auto Edit 2.0 juga tersedia, mampu menyusun rekaman menjadi video dengan bingkai, pergerakan, potongan, musik, dan transisi secara otomatis. Proses ini menggunakan model AI 360 milik Insta360 yang disebut PanoMind.
Meskipun menawarkan kemudahan, pengalaman perangkat lunak pada tahap awal belum sepenuhnya sempurna. Pada pengujian, aplikasi seluler X6 versi beta mengalami beberapa masalah stabilitas terutama saat digunakan pada perangkat yang lebih lama. Sementara itu, aplikasi desktop Insta360 Studio dinilai lebih stabil.
Untuk keperluan penyuntingan yang lebih serius, dukungan tambahan membuat X6 lebih siap digunakan dalam alur kerja profesional. Kamera ini mendukung 10-bit di semua mode pengambilan gambar termasuk low-light dan menyediakan Dolby Vision langsung dari kamera.
Selain itu, X6 dikatakan memiliki kompatibilitas native dengan DaVinci Resolve. Namun, saat pengujian dilakukan fitur tersebut membutuhkan DaVinci Resolve 22 yang belum tersedia sehingga belum dapat diuji secara langsung. Karena itu, dukungan tersebut perlu dipahami sebagai kemampuan yang disebutkan dalam sumber dan bukan hasil pengujian langsung.
X5 sendiri tetap mendukung alur kerja penyuntingan dan memiliki plugin untuk Adobe Premiere Pro. Namun, pengguna yang mengandalkan DaVinci Resolve, color grading, atau proses penyuntingan video yang lebih kompleks akan mendapatkan arah pengembangan yang lebih profesional melalui X6.
Perbandingan DJI Osmo Action 6 vs Insta360 Ace Pro 2, Mana Pilihanmu?
Baterai dan Storage X6
Ketahanan baterai menjadi salah satu bagian yang mengalami peningkatan pada X6. Kapasitas baterainya mencapai 2.600mAh, lebih besar dibandingkan 2.400mAh pada X5. Pada pengaturan 8K 30fps, X6 diklaim mampu merekam hingga 140 menit.
Sementara itu, X5 hanya mampu bertahan sekitar 93 menit pada pengaturan yang sama. Dalam salah satu pengujian, X6 mampu bertahan sekitar 136 menit, mendekati klaim resmi 140 menit. Manajemen panasnya juga menunjukkan perbaikan.
Saat digunakan untuk merekam 8K 30fps secara terus-menerus, X5 dilaporkan berhenti akibat overheating setelah 47 menit. Sebaliknya, X6 tidak mengalami overheating selama pengujian tersebut. Meskipun hasil penggunaan nyata dapat berbeda, kemampuan ini menunjukkan bahwa X6 lebih siap untuk rekaman dalam durasi panjang.
Namun, X5 masih sedikit unggul dalam kecepatan pengisian daya karena dapat mencapai 80% dari kondisi kosong dalam sekitar 20 menit. X6 membutuhkan sekitar 24 menit untuk mencapai tingkat pengisian yang sama. Pada sisi penyimpanan, X6 memiliki storage internal yang tidak tersedia pada X5.
Kapasitas bawaannya mencapai 60GB dengan sekitar 47GB yang dapat digunakan untuk menyimpan foto dan video. Sementara itu, X5 sepenuhnya bergantung pada microSD untuk memulai rekaman. Storage internal ini belum dapat menggantikan microSD jika digunakan untuk merekam video 8K dalam waktu lama.
Namun, fitur ini tetap berguna sebagai penyimpanan cadangan ketika pengguna lupa memasang kartu memori atau kapasitas microSD sudah penuh. Kedua kamera masih menyediakan slot microSD sehingga storage internal pada X6 lebih berfungsi sebagai tambahan fleksibilitas dan bukan pengganti media penyimpanan eksternal sepenuhnya.
Ekosistem Insta360: Kamera 360, Cloud, dan Solusi Enterprise dalam Satu Rangkaian
Penutup
Insta360 X6 membawa banyak peningkatan dibandingkan X5, mulai dari sensor yang lebih besar, video 8K 50fps, foto 120MP, dukungan 10-bit, hingga kemampuan low-light dan baterai yang lebih baik.
Berbagai fitur baru seperti InstaFrame 2.0, AI Director, Auto Edit 2.0, serta storage internal juga membuatnya semakin fleksibel untuk membuat konten.
Tertarik mencoba kamera Insta360 untuk kebutuhan konten Anda? Yuk, beli kamera Insta360 di Thecuy.com dan temukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda!
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.