Perkokoh fondasi Generasi Emas 2045, 212.548 pelajar di Ciamis menjadi sasaran program CKG.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

CIAMIS, Thecuy.com – Kesehatan menjadi aset penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045. Anak-anak tidak hanya perlu memiliki semangat belajar dan kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan kondisi fisik dan mental yang sehat agar mampu tumbuh, berprestasi, dan berdaya saing.

Hal ini sejalan dengan peribahasa Latin, “Mens sana in corpore sano”, yang berarti dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Konsep ini juga selaras dengan Panca Waluya Jawa Barat, yaitu Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (terampil).

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas, telah memperkuat upaya promosi dan pencegahan melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) untuk Anak Sekolah. Program ini menyasar satuan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga setara.

Kepala Dinas PMD Baru Dilantik, Bupati Tasikmalaya Minta Pembangunan Desa Berbasis Potensi Lokal. Konflik Eks HGU Wiria Cakra, SPP Cineam Tasikmalaya Minta Aparat Fokus Usut Dugaan Mafia Tanah.

Salah satu sekolah yang mengikuti program tersebut adalah SMAN 1 Sindangkasih. Para siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Sindangkasih pada Kamis (13/8/2026), setelah sebelumnya guru dan tenaga kependidikan menjalani pemeriksaan pada Februari 2026.

Ketua Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMAN 1 Sindangkasih, M Athallah Rizki, mengatakan bahwa ribuan siswa antusias mengikuti program CKG Sekolah yang diselenggarakan melalui kerja sama antara sekolah dan Puskesmas Sindangkasih.

“Kebetulan kegiatan CKG Sekolah untuk siswa ini dilaksanakan sekali dalam setahun oleh Puskesmas Sindangkasih. Oleh karena itu, siswa sangat menantikan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan masing-masing,” katanya kepada radar, Kamis (13/8/2026).

Pemeriksaan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan ketajaman penglihatan (visus mata), tekanan darah, serta skrining perilaku dan aktivitas fisik. Pemeriksaan ini membantu siswa untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini.

“Jadi siswa di sini bisa mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Misalnya, saya juga diperiksa kesehatan dan ditanya oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Sindangkasih, seperti apakah saya memiliki riwayat penyakit berat tertentu dan berapa lama saya menderita?, apakah saya merokok?, berapa kali saya berolahraga dalam seminggu?, dan lainnya,” ujarnya.

Mereka yang menjalani pemeriksaan, menurut Athallah, dapat menggunakan hasilnya sebagai dasar untuk memperbaiki gaya hidup, terutama dalam menjaga keseimbangan pola makan, tidur, dan aktivitas fisik.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan