Sejumlah 1.244 keluarga di Pangandaran mengalami krisis air bersih, dan BPBD telah mendistribusikan 100.000 liter air untuk membantu mereka.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Musim kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, dan kini krisis tersebut semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat ada 3.635 jiwa atau 1.244 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Berdasarkan data terbaru BPBD, pemerintah daerah telah membagikan 100.000 liter air bersih melalui 13 kali distribusi ke desa-desa yang mengalami kekeringan. Penyebaran air bersih dilakukan secara bertahap sejak 30 Juni hingga 24 Juli 2026, dengan fokus pada wilayah yang mengalami penurunan aliran mata air maupun sumur warga.

Beberapa wilayah yang telah menerima bantuan antara lain Majingklak, Ciwaru, Bagolo, Bagolo Kolot (Kecamatan Kalipucang), Cintaratu dan Sidahurip (Parigi), Mangunjaya (Mangunjaya), Karangtawang dan Pasir Muncang (Padaherang), Sambong (Sidamulih), Cibodas, Cidawung, Nagrog (Cijulang), dan Sinargalih (Cimerak).

Wali Kota Tasikmalaya Membatalkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Menjadi Tanggung Jawab Dishub. Mengenai Kerjasama Parkir, Eks Kadishub Kota Tasikmalaya Sebut Inovasi Harus Memberi Hasil Lebih.

Wilayah yang terdampak kini tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Kalipucang, Parigi, Mangunjaya, Padaherang, Sidamulih, Cijulang, dan Cimerak, menunjukkan bahwa dampak kekeringan semakin meluas dibandingkan awal musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan pihaknya terus giat mendistribusikan air bersih sebagai tindakan darurat.

“Bagi pemerintah desa yang membutuhkan air bersih, agar segera melaporkannya ke kami,” ujarnya Minggu (26/7/2026).

Ia mengatakan, musim kemarau yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah desa menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Pangandaran. “Karena jelas berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Meskipun demikian, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian air bersih, dan segera melapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kita juga akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung,” jelasnya. (Deni Nurdiansah)

Baca juga berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan