5000 mAh 45 W fast charging, PD3.0, QC2.0, 67 % dalam 30 menit 20 W wireless charging (Qi2.2) 4.5 W reverse wireless charging
4800 mAh 45 W fast charging, QC2.0, 63 % dalam 30 menit 20 W wireless charging 4.5 W reverse wireless charging
Warna
Graphite, Cream, Violet Shadow
Graphite, Cream, Lavender, Pistachio
Lihat juga: Perbandingan Samsung Galaxy A57 dengan Galaxy A27, Apa Saja Perbedaannya?
Desain dan Build
sc: samsung
Samsung meluncurkan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 dengan pendekatan yang tidak serupa, sehingga kedua perangkat ini tidak saling bersaing. Z Fold8 Ultra mempertahankan desain lipat model buku yang menjadi ciri khas keluarga Fold, dan diperuntukkan bagi pengguna yang mengutamakan produktivitas, multitasking, serta pembuatan konten, berkat layar utama yang lebih luas dan sistem kamera yang lebih komprehensif.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold8 dirancang sebagai model wide foldable dengan bodi yang lebih pendek namun lebih lebar. Ketika dibuka, perangkat ini terasa lebih mirip tablet, sehingga nyaman untuk menonton video, membaca artikel, bermain gim, atau menjelajahi web. Pendekatan ini memungkinkan Samsung menawarkan dua pengalaman penggunaan yang berbeda agar pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan.
sc: samsung
Kedua model tersebut juga menunjukkan perbedaan dalam desain fisik. Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki ketebalan sekitar 8,9 mm ketika dilipat dan hanya 4,1 mm saat dibuka, menjadikannya perangkat Fold paling tipis buatan Samsung hingga saat ini. Bobotnya mencapai 215 gram, sehingga tetap terasa mewah saat dipegang.
Sementara itu, Galaxy Z Fold8 memiliki lebar sekitar 81,9 mm saat dilipat dengan ketebalan 9,7 mm dan bobot 201 gram, menjadikannya seri Fold paling ringan dari Samsung. Meskipun desainnya berbeda, kedua perangkat sama-sama menggunakan teknologi Flex Titanium dengan struktur alloy titanium dan pelat titanium baru untuk meningkatkan ketahanan layar dan mengurangi bekas lipatan.
Samsung juga melengkapi kedua ponsel dengan engsel generasi terbaru yang mampu mendistribusikan tekanan secara lebih merata, sehingga crease semakin minim. Hasilnya, proses membuka dan menutup layar terasa lebih ringan dan lebih halus, serta konstruksi bodi semakin kokoh untuk penggunaan jangka panjang.
Layar
sc: samsung
Layar merupakan salah satu faktor pembeda utama di antara kedua smartphone ini. Varian Ultra dilengkapi layar depan 6,5 inci dengan rasio layar panjang dan layar utama 8 inci berasio 11:10. Ukuran yang lebih besar memberikan ruang kerja lebih luas sehingga nyaman untuk multitasking, menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, mengedit dokumen, hingga mengelola spreadsheet.
Sementara itu, versi reguler hadir dengan layar depan 5,5 inci yang memiliki rasio sekitar 16:10 sehingga terasa lebih lebar saat digunakan dalam posisi terlipat. Ketika dibuka, layar utamanya berukuran 7,6 inci dengan rasio 4:3 yang lebih ideal untuk membaca e‑book, menjelajahi situs web, melihat foto, maupun menikmati berbagai konten multimedia.
Walau memiliki dimensi dan rasio yang berbeda, keduanya sama-sama menggunakan panel LTPO OLED dengan refresh rate adaptif 1–120 Hz. Samsung juga menyertakan Vision Booster, tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, serta lapisan low‑reflection agar layar tetap nyaman digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan.
Secara perbandingan, varian reguler lebih unggul untuk menonton video dan bermain gim karena tampilannya lebih lebar dan terasa seperti tablet. Di sisi lain, varian Ultra lebih cocok untuk produktivitas karena mampu menampilkan lebih banyak konten dalam satu layar, sehingga aktivitas multitasking terasa lebih maksimal.
Lihat juga: Perbandingan Samsung Galaxy M47 dengan Motorola Edge 70 Fusion, Mana yang Lebih Worth It?
Kamera
sc: samsung
Perbedaan kamera menjadi salah satu alasan utama kedua smartphone ini menyasar pasar yang berbeda. Varian Ultra dilengkapi kamera utama 200 MP yang telah ditingkatkan dengan HDR untuk foto dengan rentang dinamis lebih baik. Kamera ini juga mendukung perekaman video 8K menggunakan codec APV terbaru serta fitur Cine LUT untuk menghasilkan warna bergaya sinematik langsung dari ponsel.
Samsung turut menyempurnakan Nightography agar hasil foto dan video di kondisi minim cahaya terlihat lebih terang dan detail. Konfigurasi kameranya semakin lengkap berkat kamera ultrawide 50 MP dan kamera telephoto 10 MP dengan optical zoom 3x yang membuat pengambilan gambar jarak jauh lebih fleksibel.
Sementara itu, versi reguler mengandalkan konfigurasi dual camera yang terdiri dari kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 50 MP. Kamera utamanya juga mendukung in‑sensor zoom hingga 2x sehingga tetap mampu menghasilkan pembesaran dengan detail yang baik.
Namun, karena tidak dilengkapi kamera telephoto, kemampuan zoom optiknya memang lebih terbatas dibandingkan varian Ultra. Meski demikian, kamera ultrawide 50 MP tetap mampu menghasilkan foto lanskap maupun foto grup dengan detail yang tajam.
sc: samsung
Untuk kebutuhan selfie, keduanya sama-sama menggunakan dua kamera depan 10 MP. Kamera pada cover display memiliki sudut pandang 85°, sedangkan kamera di layar utama menawarkan sudut pandang 100° sehingga tetap nyaman digunakan untuk selfie atau video call saat perangkat dilipat maupun dibuka.
Samsung juga menghadirkan fitur baru seperti Dual Recording yang memungkinkan pengguna merekam dari dua sisi sekaligus dengan cover display sebagai layar preview, serta My FanCam yang dapat mengikuti pergerakan subjek secara otomatis lalu menyesuaikan framing sesuai rasio video yang dipilih.
Jika dibandingkan, varian Ultra jelas lebih unggul untuk fotografi, videografi, dan kebutuhan pembuatan konten berkat sensor 200 MP, telephoto 3x, serta fitur video yang lebih lengkap. Di sisi lain, versi reguler tetap menawarkan kualitas kamera yang sangat baik untuk penggunaan sehari-hari, dokumentasi, hingga pembuatan konten media sosial tanpa perlu membawa perangkat yang lebih mahal.
Chipset dan Performa
sc: samsung
Dari sisi performa, tidak ada perbedaan chipset di antara kedua perangkat karena sama-sama ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang juga digunakan pada seri Galaxy S26. Samsung juga memastikan seluruh lini Galaxy Z Fold8 hanya menggunakan chipset Snapdragon tanpa varian Exynos.
Berkat chipset flagship tersebut, keduanya mampu menjalankan aplikasi berat, bermain gim, mengedit konten, hingga memaksimalkan berbagai fitur Galaxy AI dengan lancar. Perbedaan utamanya terletak pada sistem pendingin.
Varian Ultra dilengkapi pendingin grafit yang lebih besar sehingga mampu menyebarkan panas dengan lebih efektif saat digunakan untuk multitasking, rendering konten, maupun menjalankan fitur AI dalam waktu lama. Sementara itu, versi reguler tetap menawarkan performa yang sama untuk penggunaan sehari-hari karena menggunakan chipset identik, meski sistem pendinginnya tidak sebesar varian Ultra.
Di sektor memori, keduanya hadir dengan konfigurasi yang sama. Varian 256 GB dan 512 GB dipadukan dengan RAM 12 GB, sedangkan varian 1 TB mendapatkan RAM 16 GB agar lebih optimal saat menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Untuk urusan software, kedua smartphone langsung menjalankan One UI 9 berbasis Android 17 dan dijanjikan memperoleh pembaruan sistem operasi serta patch keamanan hingga tujuh tahun.
Samsung juga mengoptimalkan Galaxy AI pada seluruh lini Galaxy Z Fold8 sehingga berbagai fitur AI dapat bekerja lebih baik mengikuti desain layar lipat. Pengguna pun dapat menikmati multitasking yang lebih cerdas, integrasi Gemini Intelligence, serta berbagai fitur berbasis AI yang membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih sedikit langkah.
Samsung membawa peningkatan yang cukup besar pada sektor baterai di kedua smartphone ini. Varian Ultra kini dilengkapi baterai Silicon‑Carbon berkapasitas 5.000 mAh, meningkat dari 4.400 mAh pada Galaxy Z Fold7. Kapasitas yang lebih besar ini diklaim mampu memberikan daya tahan lebih lama untuk bekerja, membuat konten, hingga menikmati hiburan sepanjang hari tanpa harus sering mengisi ulang.
Sementara itu, versi reguler hadir dengan baterai 4.800 mAh yang juga mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya. Meski kapasitasnya sedikit lebih kecil, baterai tersebut dinilai sudah cukup untuk mendukung aktivitas harian seperti bermain gim, streaming video, membaca, hingga multitasking karena dipadukan dengan ukuran layar yang lebih ringkas.
Untuk pengisian daya, keduanya sama-sama mendukung fast charging 45 W melalui kabel, wireless charging 20 W, serta reverse wireless charging. Perbedaannya, varian Ultra dilengkapi teknologi dual‑path charging architecture yang membuat proses pengisian daya lebih efisien. Berkat teknologi tersebut, baterainya dapat terisi hingga sekitar 67 % dalam 30 menit, sedangkan versi reguler mampu mencapai sekitar 63 % dalam durasi yang sama.
Harga Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold8
sc: GPT AI Image generator
Samsung menawarkan Galaxy Z Fold8 Ultra dan Galaxy Z Fold8 dalam tiga pilihan kapasitas penyimpanan. Harga yang diberikan menyesuaikan dengan konfigurasi memori, sementara varian Ultra diposisikan sebagai model premium dengan banderol lebih tinggi berkat spesifikasi yang lebih lengkap. Berikut harga resmi selama masa pre-order di Indonesia.
Selama periode pre-order, Samsung juga menghadirkan berbagai promo menarik seperti upgrade memori, Google AI Pro gratis selama enam bulan dengan penyimpanan cloud 5 TB, potongan harga melalui program trade‑in, Samsung Care+, cicilan 0 %, hingga diskon untuk pembelian aksesori dan perangkat wearable tertentu.
Lihat juga: Perbandingan Sony Xperia 1 VIII dengan Samsung Galaxy S26 Ultra, Mana yang Lebih Menarik?
Penutup
Itu perbandingan lengkap Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra vs Galaxy Z Fold8 yang dapat menjadi referensi sebelum menentukan pilihan. Jika Anda menginginkan smartphone lipat dengan kemampuan kamera lebih lengkap, layar yang lebih luas untuk produktivitas, serta baterai yang lebih besar, Galaxy Z Fold8 Ultra layak dipertimbangkan.
Namun, jika mengutamakan desain yang lebih ringan, layar lebar untuk menikmati hiburan, dan harga yang lebih terjangkau, Galaxy Z Fold8 juga menjadi pilihan yang menarik.
Sedang mencari smartphone Samsung lainnya? Temukan berbagai pilihan HP Samsung original dengan garansi resmi, mulai dari seri Galaxy A, Galaxy S, Galaxy Z, hingga aksesori pendukungnya hanya di Thecuy.com. Kunjungi Thecuy.com sekarang dan dapatkan penawaran menarik serta kemudahan berbelanja sesuai kebutuhan Anda.
Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.