RSUD Pandega Pangandaran mengajak masyarakat untuk mengenali penyakit tuberkulosis

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

‘

PANGANDARAN, Thecuy.com – RSUD Pandega Pangandaran terus meningkatkan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat melalui program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan). Saat ini, masyarakat diajak untuk mempelajari penyakit tuberkulosis.

Tema yang dibahas adalah ‘Mengenal Tuberkulosis Resisten Obat’, dengan dr. Erisanti Nurfarida, dokter spesialis penyakit dalam RSUD Pandega Pangandaran, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, dr. Erisanti menjelaskan bahwa Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) terjadi ketika bakteri penyebab tuberkulosis tidak lagi bereaksi terhadap obat-obatan anti-TBC utama.

48 warga Pangandaran menjadi korban skema investasi bodong, merugi hingga Rp 868.855.000. Dinas Perhubungan kini bertindak sebagai penagih!

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pengobatan yang tidak selesai, penggunaan obat tidak sesuai aturan, atau penghentian terapi sebelum waktunya.

“TB resisten obat dapat dicegah jika pasien menjalani pengobatan secara teratur, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, dan tidak menghentikan obat meskipun gejala sudah membaik,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengobatan TB memerlukan disiplin tinggi karena berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Ketidakpatuhan dalam menjalani terapi bisa membuat bakteri menjadi kebal, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih sulit dan membutuhkan pengobatan yang lebih lama.

Selain mengingatkan pentingnya kepatuhan minum obat, dr. Erisanti juga mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala TB.

Gejala tersebut meliputi batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, berkeringat di malam hari, serta mudah merasa lelah.

Ia menegaskan bahwa deteksi dini dan pengobatan yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus mengurangi risiko terjadinya TB resisten obat.

Manajer misterius menjelang pengisian kursi! Kepemimpinan baru PSM Pangandaran sudah ditetapkan, siap bersinergi dan semakin maju

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD Pandega Pangandaran berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menyelesaikan pengobatan TB hingga tuntas serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada tuberkulosis. (Deni Nurdiansah)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan