Warga binaan LP Gunungsitoli manfaatkan layanan perpustakaan untuk meningkatkan literasi

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli secara konsisten memanfaatkan layanan perpustakaan sebagai media untuk memperluas wawasan dan memperkuat budaya literasi selama menjalani masa pembinaan. Pada hari Jumat, tanggal 10 Juni 2026, kegiatan peminjaman buku dilaksanakan dengan disiplin di bawah pengawasan petugas yang berwenang.

Koleksi yang tersedia mencakup literatur keagamaan, pengetahuan umum, motivasi, keterampilan praktis, serta bahan bacaan edukatif lainnya. Setiap proses peminjaman dicatat secara administratif untuk memastikan pemanfaatan koleksi secara optimal oleh para warga binaan.

Lapas Kelas IIB Gunungsitoli bertekad untuk menyediakan pembinaan yang tidak hanya mencakup pengembangan kepribadian, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan bahwa kebiasaan membaca yang terbangun dapat memperkaya pengetahuan, membentuk sikap positif, dan menjadi modal berharga bagi warga binaan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Menurut penelitian terkini yang diterbitkan dalam Journal of Prison Education (2024), peserta program perpustakaan di lembaga pemasyarakatan menunjukkan penurunan tingkat kekambuhan sebesar 18% dalam dua tahun pasca-kebebasan, dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keteraturan dalam membaca terkait positif dengan peningkatan kemampuan kognitif dan pengurangan stres.

Contoh nyata dari dampak positif ini terlihat di LP Tangerang, di mana penerapan sistem peminjaman terstruktur berhasil meningkatkan skor kemampuan membaca peserta dari rata-rata 45 menjadi 78 dalam waktu enam bulan. Infografis yang menyertai studi kasus tersebut menggambarkan kenaikan tajam dalam tingkat keterlibatan warga binaan dan penurunan jumlah pelanggaran disiplin.

Membudayakan literasi di dalam penjara bukan hanya sekedar mengisi waktu, tetapi juga membuka jalan menuju rehabilitasi yang bermakna. Mari mendukung setiap upaya yang memberdayakan warga binaan melalui dunia buku, karena pengetahuan adalah kunci menuju perubahan yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan