Tasikmalaya mengisi tiga jabatan eselon II dan walikotanya mendesak kepala OPD baru untuk meninggalkan ego sektoral.

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Kekosongan tiga jabatan Eselonโ€ฏII di Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya terisi. Pelantikan yang berlangsung Jumat (10/7/2026) di Gedung Creative Centre bukan sekadar seremoni, melainkan tantangan besar dari Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan kepada pejabat baru untuk menyingkirkan ego sektoral dan segera menyelesaikan masalah masyarakat.

Budi Martanova kini memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebelumnya ia menjabat Wakil Direktur Umum RSUD drโ€ฏSoekardjo. Rahman, yang pernah menjadi Camat Cibeureum, menduduki kursi Kepala Dinas Sosial (Dinsos). Sementara itu, Nanang Suhara, sebelumnya Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), kini memimpin Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).

Wali Kota Viman menegaskan ketiga jabatan tersebut bukan sekadar mengisi kekosongan, melainkan amanah masyarakat dengan target kerja nyata. Kepada Kepala BPBD yang baru, ia menyerukan perubahan paradigma dari responsif menjadi preventif dan perencanaan. โ€œBPBD harus mampu merencanakan, memitigasi, baru kemudian menangani ketika bencana terjadi. Jangan sampai kita selalu kaget menghadapi bencana,โ€ tegasnya kepada Radar.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada sumber daya manusia, kecepatan bertindak, loyalitas, dan kemauan bekerja sebagai modal utama menghadapi potensi bencana di Tasikmalaya.

Kepada Kepala Dinsos yang baru, wali kota memberikan target berat: menggerakkan pengentasan kemiskinan dan menyukseskan program Sekolah Rakyat yang rencananya dimulai akhir tahun ini. โ€œDinsos merupakan dinas sangat vital karena berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan menjadi koordinator berbagai program sosial,โ€ terangnya.

Sementara itu, kepada Kepala DPPKBPPPA, Viman berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, masalah ekonomi, pendidikan, hingga perlindungan anak bermula dari keluarga yang sehat dan kuat.

Sabtu Malam Longser Bangkit Lagi di Tasikmalaya, Tamu Agung Jadi Obat Rindu Setelah Vakum 10 TahunCegah Stunting Tak Cukup Andalkan Suplemen, Nutraceutical dan Probiotik dari Pangan Lokal Bisa Jadi Solusi

Sebelum menjabat di BPBD, Budi Martanova adalah Wakil Direktur Umum RSUD drโ€ฏSoekardjo. Rahman sebelumnya menjabat Camat Cibeureum, sedangkan Nanang Suhara adalah Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar).

Wali Kota Viman menegaskan, ketiga jabatan tersebut bukan hanya soal mengisi kursi yang kosong, melainkan mengemban amanah masyarakat dengan target kerja yang jelas.

Khusus kepada Kepala BPBD yang baru, Viman meminta agar paradigma penanggulangan bencana diubah dari sekadar respons menjadi lebih mengedepankan mitigasi dan perencanaan.

โ€œBPBD harus mampu merencanakan, memitigasi, baru kemudian menangani ketika bencana terjadi. Jangan sampai kita selalu kaget menghadapi bencana,โ€ tegasnya kepada Radar.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran. Sumber daya manusia, kecepatan bergerak, loyalitas, dan kemauan bekerja menjadi modal utama dalam menghadapi potensi bencana di Kota Tasikmalaya.

Untuk Kepala Dinas Sosial yang baru, Viman memberikan target yang tidak kalah berat.

Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Tasikmalaya yang Beraksi di 9 TKP, Satu Pelaku DPOKomplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk Polisi! 58 Kartu Bank Disita, Terhenti di Kota Tasikmalaya

Dinsos dinilai menjadi motor utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, termasuk menyukseskan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir tahun ini.

โ€œDinsos merupakan dinas yang sangat vital karena berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan menjadi dinas koordinator berbagai program sosial,โ€ terangnya.

Sementara itu, kepada Kepala DPPKBPPPA, Viman berharap mampu memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Menurutnya, persoalan ekonomi, pendidikan hingga perlindungan anak bermula dari keluarga yang sehat dan kuat.

Data Riset Terbaru dan Analisis
Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya per Juniโ€ฏ2026, angka kemiskinan mencapai 11,3โ€ฏ% dan prevalensi stunting pada balita berada di angka 18,7โ€ฏ%. Survei Indeks Ketahanan Keluarga tahun 2025 menunjukkan hanya 62โ€ฏ% rumah tangga merasa memiliki ketahanan ekonomi yang cukup, sementara 74โ€ฏ% responden menilai komunikasi antaranggota keluarga masih perlu ditingkatkan. Data BPBD Tasikmalaya 2024 mencatat rata-rata 17 bencana per tahun, dengan banjir dan longsor sebagai jenis kejadian dominan.

Kesimpulan
Perubahan di puncak pemerintahan Tasikmalaya ini menjadi momentum untuk bekerja tanpa batas ego. Mari bersatu, bertindak cepat, dan wujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Setiap upaya kecil hari ini adalah investasi bagi masa depan kota yang lebih tangguh dan sejahtera.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan