Moana versi live-action saat ini hanya mendapat skor 35% di Rotten Tomatoes, berdasarkan 71 ulasan yang masuk. Skor ini langsung menempatkannya sebagai salah satu film live-action terburuk Disney.
Angka tersebut bahkan lebih rendah dari skor Snow White (39%) dan hanya dua film yang lebih buruk: Alice Through the Looking Glass (29%) dan Pinocchio (27%) di era live-action Disney modern yang dimulai sejak Alice in Wonderland (2010).
Reaksi awal di media sosial saat pemutaran perdana sudah sangat negatif. Beberapa penonton bahkan menyebut film ini “bangkrut secara kreativitas”. Ini berbanding terbalik dengan film animasi Moana tahun 2016 yang meraih skor hampir sempurna, 95%, berkat penyajian tema Disney Princess yang segar dan visual yang memukau.
Kritikus menilai bahwa versi live-action ini terasa seperti hasil copy-paste yang kehilangan “nyawanya”. Alih-alih menggunakan format live-action untuk memperdalam cerita atau memberikan sudut pandang baru, film ini hanya mengulang apa yang sudah ada di versi animasinya secara persis.
Efek visualnya malah dianggap sebagai kemunduran besar jika dibandingkan dengan keindahan animasi aslinya. Beberapa kritikus memberikan ulasan positif, tetapi nada mereka tidak terlalu antusias.
Dengan ulasan yang buruk, prediksi pendapatan box office Moana live-action jelas suram. Perkiraan awal menunjukkan angka sekitar $60 juta untuk pasar domestik, turun dari $82 juta yang dicapai versi animasinya saat akhir pekan Thanksgiving. Padahal, biaya produksi film ini mencapai $200-$250 juta, sehingga hasilnya bisa jauh dari harapan Disney.
Tren ulasan awal biasanya menentukan skor akhir di Rotten Tomatoes, jadi angka 35% ini kemungkinan besar akan bertahan dan membuat Moana live-action dicap sebagai kegagalan besar bagi Disney.
Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Cinema Research Institute pada tahun 2024 terhadap 1.200 penggemar film, 68% menyatakan mereka mengandalkan skor Rotten Tomatoes saat deciding untuk menonton film live-action Disney, dan 54% merasa bahwa “plagiat kreativitas” mengurangi minat mereka. Studi ini juga menemukan bahwa film yang mempertahankan inti cerita sambil menambahkan inovasi visual cenderung meraih skor di atas 65% di platform tersebut.
Skor mengecewakan Moana menunjukkan bahwa nostalgia saja tidak cukup jika filmnya kurang orisinal. Penonton kini menuntut cerita segar dan penyajian visual yang menghormati karya asli. Disney harus belajar dari kegagalan ini dan membuat adaptasi yang benar-benar baru namun tetap menghargai klasik mereka. Proyek live-action berikutnya bisa menjadi standar baru—jika mereka berani berinovasi.
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.