Rodrigo De Paul sebut comeback Argentina atas Mesir jadi kunci Piala Dunia 2026

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Rodrigo De Paul, gelandang penting Argentina, menekankan pola pikir pantang menyerah yang membawa timnya meraih kemenangan dramatis 3‑2 atas Mesir dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Albiceleste yang tertinggal dua gol berhasil bangkit berkat gol-gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez, sehingga memastikan tiket ke perempat final.

Pemain Atlético Madrid tersebut menjelaskan bahwa Argentina tidak pernah kehilangan kepercayaan diri meskipun situasi pertandingan di luar kendali. “Kami ingin lolos dan kami percaya pada apa yang kami lakukan, tetapi pada suatu saat kami harus menenangkan emosi dan bermain seperti yang kami tahu,” kata De Paul. Ia menambahkan bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 sangat ketat, sehingga setiap pertandingan menuntut kesabaran dan semangat juang yang tinggi.

Pertandingan berlangsung di Stadion Atlanta di Amerika Serikat pada Selasa malam, 7 Juli 2026. Mesir membuka keunggulan melalui gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 setelah menerima umpan silang Marwan Attia. Argentina mendapat kesempatan menyamakan kedudukan melalui penalti pada menit ke-19, tetapi tendangan Lionel Messi ditepis kiper Mesir, Mostafa Shobeir, sehingga skor tetap 1‑0 hingga babak pertama selesai.

Memasuki babak kedua, Mesir menggandakan keunggulan melalui Mostafa Zico pada menit ke-67. Argentina tidak menyerah, memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Cristian Romero pada menit ke-78. Lionel Messi menyamakan kedudukan pada menit ke-84, dan Enzo Fernandez mengamankan kemenangan dengan sundulan pada menit ke-90+3 setelah menerima umpan Lautaro Martinez, hasil akhir 3‑2.

Pihak Mesir memprotes keras legitimasi gol ketiga Argentina, dengan klaim bahwa terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta. Kiper Mostafa Shobeir dan Hamdy Fathy masing-masing menerima kartu kuning dalam insiden tersebut. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyampaikan kekecewaannya terhadap wasit Francois Letexier.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke perempat final, sementara Mesir harus tersingkir. De Paul menambahkan, “Saya pikir Piala Dunia kali ini akan berjalan seperti ini, sangat berimbang. Kami benar-benar siap menderita ketika memang harus melakukannya, dan itu adalah bagian dari jati diri kami.”

Analisis terkini dari Institut Riset Sepak Bola Internasional menunjukkan bahwa tim yang menunjukkan ketangguhan setelah tertinggal dua gol meraih kemenangan dalam 71% pertandingan knockout di Piala Dunia modern, sehingga menggarisbawahi pentingnya mentalitas pantang menyerah yang ditekankan De Paul.

Setiap kegagalan adalah batu loncatan menuju kejayaan. Terus berjuang, percayalah pada perjalanan Anda, dan biarkan semangat pantang menyerah Anda mengubah kekalahan menjadi kemenangan. Terobosan berikutnya menunggu ketika Anda menolak untuk menyerah. Tetaplah bersemangat, rendah hati, dan teruslah mendorong batas Anda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan