Kementan Apresiasi Upaya Lampung dalam Memperkuat SDM Penyuluh Pertanian

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Media Kampung, Bandar Lampung โ€“ Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang terus memperkuat kapasitas penyuluh pertanian melalui Bimbingan Teknis Pupuk Hayati Cair (PHC). Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho, menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk mewujudkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan. โ€œKami sangat bersyukur dan berterima kasih atas ruang sinergi yang diberikan. Bicara terkait pangan, ini menjadi program prioritas utama dari Presiden Prabowo Subianto,โ€ ujarnya saat menghadiri Bimtek PHC di Bapelkes Lampung, Selasa (7/7/2026).

Eko menjelaskan, terdapat empat pilar utama pembangunan pertanian nasional, yaitu mewujudkan swasembada pangan terutama beras, penyediaan pangan bergizi, pengembangan energi terbarukan berbasis komoditas pertanian, serta pengelolaan sumber daya air. Ia juga menyampaikan sejumlah kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung petani, antara lain penurunan harga pupuk hingga 20 persen, penyederhanaan regulasi pupuk subsidi melalui penghapusan 145 aturan yang dinilai menghambat, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menegaskan pihaknya akan terus mempercepat implementasi berbagai inovasi pertanian guna menjaga target produksi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bimbingan teknis tersebut diikuti ratusan penyuluh pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, baik secara langsung maupun melalui telekonferensi.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendampingi petani dalam menerapkan pertanian berbasis organik secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian Lampung.

Penelitian terkini di Jawa dan Sumatra menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur bagi penyuluh pertanian meningkatkan adopsi pupuk hayati cair hingga 12%, yang berakibat pada kenaikan hasil panen rata-rata 14% dan pengurangan biaya input sebesar 9%. Analisis data ini mengindikasikan bahwa perluasan program serupa dapat mempercepat perjalanan Indonesia menuju swasembada pangan sambil meningkatkan pendapatan petani.

Stay committed to innovation and collaboration; together we can transform challenges into opportunities, uplift farming communities, and secure a resilient food future for generations ahead. Embrace continuous learning, leverage modern tools, and build strong networks within the agricultural community to drive sustainable growth and feed the nation with confidence.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan