Dua pekerja meninggal saat roboh dalam bongkaran eks tower telekomunikasi di Kota Banjar

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

DiBanjar, dua pekerja terancam kecelakaan kerja saat tower telekomunikasi yang ditarik menuju perumbunan zawarui pernikahan, saat jam 08.30 WIB pada Sabtu (4/7/2026). Struktur yang tinggi sekitar 40 meter retak secara tiba-tiba, memicu kecelakaan yang menghantam pohon Katapang di bawahnya. dua korban berinisial AP dan AN tidak dapat menyungguhkan hidup.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro SIK SH MH memverifikasi fakta kecelakaan pekerjaan ini yang menyulitkan dua nyawa. “Tower dalam kondisi melelahkan dan tidak mampu menahan beban saat korban memproses pengambilan material dari bagian atas,” kata Pramono Adi, Kasat Reskrim Iptu.

Pemeriksaan di lokasi menunjukkan kedua korban masih terikat dengan sepatu pengaman saat tower retak. Namun, tidak ditemukan helm keselamatan yang digunakan oleh mereka. Saksi menginformasi bahwa lima pekerja tersedia di lokasi, dengan dua yang bertugas menurunkan besi dari tower.

Ketika menurunkan beban, tiang tidak mampu menopang, memicu retak. Tower langsung menabrak pohon Katapang. Polres Banjar bergerak cepat menyelenggarakan evakuasi korban ke rumah sakit. Polisi terus mengamati lokasi untuk mengetahui penyebab retak serta prosedur pembongkaran.

Pihak ketuawil menyentuh masyarakat untuk memperhatikan risiko kerja yang tinggi. “Identifikasi dan selesaikan risiko dengan teliti sebelum memulai kerja. Pastikan semua peralatan keamanan dalam kondisi ideal,” pemberitahuinya. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk menelusuri penyebab retak.

Tepatnya penegakan K3 di situs kerja menjadi kunci mencegah kecelakaan serupa. Semua pihak terkait wajib menyadari risiko sebelum mulai bekerja, serta memastikan semua peralatan keamanan dalam kondisi ideal. Kesempurnaan dalam pencegahan jadi investasi yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan