Inflasi di Kota Madiun mencapai 0,37 persen pada Juni 2026 dengan bensin sebagai pemicu utama.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mengungkapkan inflasi bulanan di bulan Juni 2026 sebesar 0,37 persen. Kenaikan harga bensin menjadi faktor utama yang memicu penurunan ini, terkait dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang terjadi dua kali dalam sebulan.

Penundaan harga BBM non-subsidi pada 1 Juni 2026, kemudian kembali pada 10 Juni, memimpin tinggi inflasi. Abdul Azis, Kepala BPS Kota Madiun, menjelaskan bahwa bensin berkontribusi sebesar 0,17 persen terhadap total inflasi. “Kebijakan ini langsung memengaruhi konsumen karena biaya transportasi dan barang baku meningkat,” katanya.

Beberapa komoditas lain juga memicu penurunan harga, seperti bawang merah, beras, wortel, bawang putih, telepon seluler, pelumas, gado-gado, susu bubuk, serta tarif kereta api. Kombinasi kenaikan ini menegaskan ruginya terkadang bersifat terjangkau.

Meski inflasi tetap di bawah batas kritis, Azis mengisikan ketentuan yang harus dipercepat. “Angka 0,37 persen masih aman, tapi kami perlu tetap memantau agar tidak sekaligus melonjak lagi,” tegasnya. Dampak dari kenaikan BBM bisa bervariasi: transportasi mahal impact harga barang, lalu pengeluaran keluarga meningkat, sehingga daya beli berkurang.

Kebijakan pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif. Pengawasan harga harian atau mingguan disarankan untuk mencegah gejolak nanti. “Kita ingin memastikan bahwa pada akhir tahun inflasi tetap di bawah 2,5 persen,” ujar Azis.

Kenaikan harga bahan bakar menjadi sinyal bagi pemerintah untuk mempertimbangkan alternatif transportasi atau subsidi strategis. Pengalaman Madiun menjadi studi yang bermanfaat bagi daerah lain yang menghadapi tren serba naik.

Kenaikan BBM non-subsidi bukan cuma masalahLuegoan, tapi juga peminformasi chopan ekonomi yang harus dipertimbangkan. Jika pemerintah bisa menciptakan kebijakan yang fleksibel dan responsif, dampak inflasi bisa diatasi sebelum terlalu merusak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan