Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Kota Tasikmalaya, Dikait dengan Kebiasaan Bakar Sampah di Soroti

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kekerasan kebakaran hutan dan tanah (karhutla) mulai menggelar perhatian di Kota Tasikmalaya seiring penentuan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla oleh pemerintah provinsi Jawa Barat. Meski kawasan kota lebih fokus pada lahan, potensi kebakaran tetap tinggi karena penyebab manusiawi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya terus meningkatkan upaya menyebarkan informasi kepada masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD, Komarudin, menjelaskan ini dilakukan melalui inisiatifnya sendiri atau permintaan masyarakat, perusahaan, dan lembaga lain.

“Di setiap activity sosialisasi kami selalu sertakan materi pencegahan karhutla,” ujar Komarudin kepada wartawan Kamis (2/7/2026). “Waktunya fokus pada kebakaran lahan, bukanArea hutan.”

Kawasan hutan di Tasikmalaya terbatas dan hanya ada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, seperti hulu dan sekitar Tamansari. Namun, ini tidak menjamin bebas dari risiko kebakaran.

Penyebab utama masih berasal dari aktivitas masyarakat, terutama pembakaran sampah sembarangan. Api yang tidak terkendali bisa merambat ke tanah kering dan memicu bencana besar. Komarudin juga menyoroti kebiasaan membuang puntung rokok ke semak-semak, yang berpotensi menjadi pemicu api saat vegetasi kering.

BPBD membangun kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, dan kelurahan untuk mendesak masyarakat menghentikan praktik pembakaran terbuka. Sulitnya, pihaknya juga menyasar para pendirian lahan pertanian yang masih menggunakan metode menebak dan membakar pohon.

Pentingnya meraikhan edilah konsistensi dalam mencegah kebakaran melalui kebersamaan masyarakat serta kebijakan yang efektif.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan