Harga CPO KPBN Inacom Mengunggah Proses Withdraw pada Rabu (17), Sementara Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Semakin Vital

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Harga CPO minyak sawit mentah kembali melalui proses withdraw pada Rabu (17/7/2026) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara. Penawaran tertinggi tercatat Rp15.417/kg, naik Rp20 atau 0,13% dibandingkan value Selasa (Rp15.397/kg). Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru berbalik meningkat setelah awal sesi, dipicu rebounds harga minyak kedelai di CBOT dan nilai tukar ringgit Malaysia yang lebih kuat.

Rincian tender KPBN Rabu (17/7/2026) dalam Rp/kg tanpa PPN:

  • CPO Franco Dumai: dibuka Rp15.675/kg, terjadi WD, PAA Rp15.417
  • CPO FOB Talang Duku: dibuka Rp15.475/kg, WD, PAA Rp15.217
  • CPO Franco Teluk Bayur: dibuka Rp15.545/kg, WD, WNI Rp15.274
  • CPO Loco Luwu: tanpa bidder
  • CPO Loco PKS Parindu Ngabang: dibuka Rp15.325/kg, WD, EUP Rp15.005
  • CPO Loco PKS Kembayan: dibuka Rp15.225/kg, WD, EUP Rp14.885
  • CPKO Franco Dumai: Rp29.267/WNI (T2)

Perbandingan pasar fisik KPBN dengan bursa: kontrak acuan CPO pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia naik RM29/ton (0,64%) menjadi RM4.575/metrik ton (US$1.118,58). Harga minyak kedelai di CBOT juga naik 0,29%, sementara pasar China melemah: kontrak minyak kedelai di Dalian turun 0,3%, minyak sawit di bursa tersebut terkoreksi 0,45%. Pergerakan harga yang berlawanan di pasar fisik dan berjangka mencerminkan dinamika kompleks, dipengaruhi oleh faktor lokal dan global.

Strategi pemantauan pasar yang lebih presisi dapat membantu trader mengantisipasi fluktuasi harga CPO, terutama di situasi di mana dinamika global dan domisitik bersebaran. Memahami kaitan antara pasar fisik dan berjangka menjadi kunci untuk menentukan anggaran dan risiko transaksi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan